selamat datang di rumah sederhana saya. mari bersama berusaha mengumpulkan hikmah yang terserak di antara semesta kehidupan, dalam upaya menyadarkan diri bahwa kita hanyalah manusia.
Posted by SHANDY on 17:07
Labels: ,

Jangan panggil aku ikhwan.
Karena melihat akhwat masih suka tertawan
Apalagi memandang jilbab yang berkibaran
Tambah susah menjaga pandangan...

Jangan panggil aku ikhwan
Karena ibadah masih angin-anginan
Membaca Al Qur'an pun masih acak-acakan

Hafalan juga berantakan
Biarpun shalat masih jalan,
Maksiat pun ga ketinggalan

Jangan panggil aku ikhwan
Disuruh datang liqo’ sering telatan

Kalau diminta ikut kajian,
bolos dengan sejuta alasan
Lebih suka nongkrong di pinggir jalan

Jangan panggil aku ikhwan
Karena dengan orang tua masih kurang penghargaan
Dengan guru suka melawan
Apalagi dengan saudara seperjuangan,
ah, emang gue pikirkan???


Jangan panggil aku ikhwan
Sedekah suka malas-malasan
Peduli amat, mending buat jajan.
Ato dihabiskan buat foya-foya malam mingguan

Please, jangan panggil aku ikhwan
Aku hanya manusia biasa yang ingin bertaubat
Walau aku pernah tersesat

Jangan panggil aku ikhwan
Aku hanya manusia biasa yang ingin menjadi lebih baik

Kemarin, hari ini, dan esok hari
Aku ingin menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik

Tolong, bantu aku teman..
Pegang pundakku jika aku kelelahan
Katakan padaku, bahwa aku tidak sendirian
Walau jalan ini berat, namun ada cahaya indah yang menanti di ujung sana.
Dan kita akan berjalan bersama
Menggapainya bersama-sama.

Walau aku, mungkin bukan ikhwan...



Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 13:50

Copas dari milis tetangga. Hanya ingin menyimpan taujih ini. Karena tak selamanya diri ini ingat. Dan tak selalu ada teman untuk mengingatkan. Semoga bisa bermanfaat bagi diriku dan dirimu. Amiin.



Ustadz Rahmat Abdullah : Memang Seperti Itulah Dakwah.

Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.

Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai..

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.

Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg men
empel di tubuh rentamu.

Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..


Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga.

Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia mem
impin hanya sebentar.

Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.


Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.


Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan.

Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak! Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari.

Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih tragis.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi, akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satuny
a harus mengalah.

Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga hasrat untuk mengeluh tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jiha
d yang begitu cantik.


Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya ditinggalkan, hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore.

Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah.

Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.

Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar.

Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, ya Allah, berilah dia petunjuk. sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang


Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta. Mengajak kita untuk terus berlari.


Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.



Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 06:36

Hujan pagi ini,
apakah air matamu?
Kesedihan yang belum tuntas, luka yang masih membekas
Dan hari ini kulihat engkau bersedih lagi...

Maaf, Indonesia
Jika yang bisa kuberikan baru sebatas doa
Semoga setiap banjir, lahar, dan tsunami
Mampu menghapus dosa bangsa ini
dan mengikis kesombongan kami

Allah, adakah pintu taubat itu masih terbuka untuk kami?

air matamu, air mataku, air mata kita

*dengan segenap jiwa, dukaku untuk Indonesia...



Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 06:23


Sudah lama sekali tidak pernah meng-update blog... hmm, gimana ya? Seringkali kesibukan membuat inspirasi enggan mendekatiku. Hehe.. alasan yang dipaksakan. -_-'

Seperti kemarin, banyak peristiwa yang seharusnya dapat menjadi ibrah bagi kita semua. Namun terlewatkan begitu saja. Mungkin, hati ini yang sudah mulai terkontaminasi. Astaghfirullah al adziim.

Siang itu aku sudah ditunggu sang murabbi. Biasa, rutinan. Namun yang tidak biasa adalah tempatnya. Karena tempat yang dahulu sudah terlalu crowded, jadi pindah. Namun kali ini tempatnya lumayan jauh juga. Klo biasanya aku jalan kaki dari stasiun gubeng cukup 20 menit, sekarang entah kapan aku sampai kalau tetep nekad jalan kaki. Bisa-bisa malah ga nyampe karena keburu pingsan duluan. Hehehe..

Nah, jalan satu-satunya adalah nyari boncengan. Satu persatu aku sms ikhwan satu halaqah. Namun, ga ada yang bisa bantu. Padahal satu tujuan. Sudah terlambat 15 menit dari jam perjanjian, aku baru sampai kampus dan tempat yang kutuju masih jauh. Kembali aku hubungi ikhwan lainnya. Beliau bilang, “afwan akhi, ana udah di TKP. Masa balik lagi?” wedew.

Ya sudahlah. Jalan kaki juga insya Allah sampai kok. Walau entah kapan. Hehehe. Hampir melewati kampus, tiba – tiba ada yang memanggilku. Ternyata seorang anggota Sunflower Adventure, teman satu geng-ku. Dia bertanya tujuanku. Lantas berkata, “tunggu bentar. Aku ambil motor dulu. Trus aku barengin kamu sekalian pulang.”

Aku bertanya, “lha rumahmu kan berlawanan. Ntar kamu muternya jauh banget.”

Dia menjawab sambil tersenyum, “Halah, biasa ae. Kamu kan mau ngaji. Nah, dengan begini aku bisa sedikit kecipratan pahala juga. Lumayan toh?”

SubhanaLlah. Aku perhatikan lagi dia. Dengan rambut gondrong, dan celana jeans robek – robek, dia lebih kelihatan seperti orang urakan. Namun siapa sangka, di dalamnya ada hati yang begitu putih. Bukan cuma sekali dua kali aku melihat dia membantu orang, mulai dari teman kampus sampai anak asongan di kereta api. Penampilan boleh urakan, tapi dia tak kalah dari mereka yang begitu bangga menyandang gelar ikhwan.

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR. Muslim)

wallahu a'lam.
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 12:12

Hari ini aku menemuimu

Bidadari bermata sayu

Akulah penjemputmu

Tuk bawa kau pada Kekasih Sejatimu

Dan kulihat engkau tersenyum


Kuceritakan padamu tentang seorang pemuda

Dengan taman di hatinya

Saat engkau di dekatnya

Dia tertunduk

Namun dalam hatinya

Musim semi tlah mekarkan bunga-bunga


Saat engkau meninggalkannya

Dia membisu

Mencabut bunga- bunga di hatinya

Dan menguburnya dengan air mata beku


Kini engkau pergi selamanya

Dia terpaku menatap jiratmu

Memegang setangkai bunga harapan

Agar engkau bahagia dalam cinta-Nya


Dia tetap membisu

Namun jiwanya mendengungkan namamu

Diiringi doa rerumputan



Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka. amiin.
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 14:23
Labels: ,


Tulisan pertamaku di 2010. Setelah lama ga menulis, rasanya susah juga.

Fahami cinta.

Tahukah engkau Sahabat? Tidak ada kata yang disalahartikan lebih banyak dari cinta. Ga percaya?
Di Amerika Serikat, klo ada laki-laki bilang I love you ke seorang wanita, maka artinya adalah dia ingin bersetubuh dengan wanita itu. Ato ga usah jauh-jauh. Simak saja lagu-lagu yang banyak beredar saat ini. Seperti yang dinyanyikan She, apalah arti cinta, bila aku tak bisa memilikimu?

Sahabat, apakah bener cinta ga ada artinya klo kita ga bisa memiliki orang yang kita cintai itu???

Terus saat ini juga banyak teman - teman kita yang menjalani hubungan di luar pernikahan, dengan seenaknya saja mengatakan pada pasangannya aku mencintaimu.

Bahkan fenomena ini ga hanya melanda mereka yang awam. Mereka yang notabene menyandang predikat aktivis dakwah juga ga lolos dari jeratan syaithan ini. Hanya saja bahasanya diganti. Klo orang awam bilangnya I love you, aishiteru, ato je t'aime, maka para aktivis ini sedikit lebih keren. Mereka menggantinya dengan bahasa arab, Inni uhibbuki, Ukhti. Bahkan kadang pake embel-embel fiLlah.
Yuk kita bertanya, apakah bener itu cinta?

Sobat, klo cinta itu hanya sekedar perasaan ingin memiliki si dia, lantas apakah bedanya dengan posesivisme? Klo kita mencintai karena menginginkan kehangatannya, kelembutan suaranya bahkan saat dia belum halal bagi kita, apakah bedanya cinta dengan nafsu?

Lantas cinta itu apa?

Rumi dalam Matsnawi-nya sudah menulis,

Menurutku, cinta adalah kekuatan yang mampu mengubah duri jadi mawar, cuka jadi anggur, mengubah malang jadi untung, mengubah sedih jadi riang, mengubah setan jadi nabi, mengubah iblis jadi malaikat, mengubah sakit jadi sehat, mengubah kikir jadi dermawan, mengubah kandang jadi istana, mangubah amarah jadi ramah, mengubah musibah jadi muhibah. Itulah cinta.


Itulah cinta. Perasaan indah yang mengindahkan kehidupan, menghidupkan keindahan.

Ustadz Anis Matta menulis dalam salah satu buku beliau,
mencintai adalah keputusan.

Mencintai itu lebih dari sekedar kata – kata semu dan janji palsu. Mencintai adalah ikrar kebersediaan diri untuk memperhatikan, melindungi, dan menghidupi orang yang kita cintai.

Oleh karena itu, tidak ada rasa sakit dari cinta. Orang yang mencintai, tidak pernah merasa rugi. Bahkan saat cintanya tak berbalas. Karena mencintai adalah seperti matahari, yang menghidupi bumi tanpa sekalipun mengharap imbalan.

Lantas kok sampe ada lagu ”Cinta ini Membunuhku” segala? D’Massiv yang bikin lagu ini pasti belum baca buku Jalaluddin Rumi atau Raudhatul Muhibbin-nya Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Klo udah, mereka pasti tau klo yang membunuhnya bukanlah cinta. Tapi nafsunya sendiri. Iya ga?

Klo mencintai haruslah memiliki, bagaimana kita memaknai cinta Khalifah Umar bin Abdul Aziz, yang menikahkan gadis yang dicintainya dengan pemuda lain. Ketika gadis itu bertanya, ”Wahai Umar, dulu engkau pernah mencintaiku. Kemanakah perasaan itu sekarang?”
Umar menjawab, ”Cinta itu masih ada. Bahkan rasanya semakin dalam.”

Itulah cinta. Yang mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kebaikan orang yang dicintainya. Cinta Khalifah Umar bukan hanya miliknya sendiri. Cintanya adalah milik Allah dan seluruh umat Islam.

Lantas, gimana cara kita menyatakan cinta? Apakah seperti acara-acara di TV semisal Katakan Cinta? Yang hanya bermodal setangkai bunga atau sepotong coklat?
Kok kayaknya ga modal banget ya? ^_^

Buat yang akhwat, mestinya kalian marah klo diperlakukan seperti itu. Apa iya harga diri kalian hanya seharga sepotong coklat?
Mungkin ada yang menjawab, ”Eh, coklat sekarang mahal lho! Coba kau tanya harga sepotong Toblerone atau Cadbury. Pasti lebih mahal dari harga sandalmu!”
Waduh maaf, bukan gitu maksudnya. Pake bawa-bawa sandal lagi. Mentang-mentang sandalku udah butut. T_T

Ini konteksnya bukan pada mahal atau murahnya hadiah yang diberikan. Namun pada kesungguhan laki2 itu untuk mencintai. Mana ada sih perempuan normal yang suka dipegang-pegang tanpa kejelasan status hubungannya?

Dan pernikahan, adalah ekspresi paling murni, pernyataan paling agung dari cinta. Bukti paling nyata akan keberadaan cinta.

Karena tak ada yang mendorong seorang suami untuk bekerja keras membanting tulang demi anak istri klo bukan cinta. Dan tak ada yang mendorong seorang istri untuk mengabdi pada suami klo bukan cinta.

Karena CINTA adalah PERJUANGAN...

Dalam pernikahan, seorang suami menghadapi perjuangan yang sangat besar. Karena semua yang terjadi dengan keluarganya adalah tanggung jawabnya sebagai imam. Dia yang harus mendidik istrinya. Membimbingnya dengan penuh kelembutan. Agar menjadi khairu mataa’ud dunya. Sebaik-baik perhiasan dunia. Membimbing anak-anaknya, agar mereka kelak bisa menjadi penerus perjuangan dalam membela agama dan menegakkan peradaban. Dia juga harus berjuang memenuhi nafkah keluarganya. Agar nantinya dia tidak meninggalkan generasi yang lemah di belakangnya..

Bahkan sebelum dan pada saat pernikahan itu sendiri adalah perjuangan. Bagaimana ikhwan dan akhwat saling menjaga diri, saling memperbaiki diri. Agar kelak bisa membina yang terbaik pula. Bagaimana mereka memperbaiki niat, bahwa pernikahan itu bukan sekedar mencari kesenangan, namun meniatkannya untuk menjadi sumber cahaya bagi zaman. Menjadi madrasah – madrasah peradaban. Yang kelak akan melahirkan mujahid – mujahid baru, Ahmad Yassin baru, Al Hudhaibi baru, Izzuddin Al Qassam baru.

Dan bagaimana saat – saat pernikahan itu menjadi barakah. Karena sesunguhnya pernikahan adalah salah satu Mitsaqan Ghalidza, perjanjian besar yang hanya tiga kali disebutkan dalam Al Qur’an. Setara dengan perjanjian Allah dengan para rasulNya, dan perjanjian Allah dengan bani Israil. Perjanjian dahsyat, yang disaksikan tidak hanya oleh orang di sekitarnya. Namun Allah dan seluruh malaikatNya ikut menjadi saksi. Bahkan saat sang mempelai pria berjabat tangan dan mengucapkan Qabiltu nikaahaha... Allah mengantungkan bukit Thursina di atasnya.

Itulah cinta, Sahabat.

Karena CINTA itu SUCI, maka jangan nodai dia. Jangan campuradukkan dia dengan hawa nafsumu. Jangan katakan cinta secara sembarangan. Karena cinta menuntut pertanggungjawaban. Tanpa kau katakan pun, takdir Allah tidak akan berubah. Cinta itu akan menemukan jalan, seperti Sayyidina Ali dan Fathimah Az Zahra. Kalau memang untukmu, maka dia pasti akan datang padamu. Kalau memang belum halal, bersabarlah. Pasti akan datang saat dimana semuanya menjadi indah.

Itulah cinta Sahabat.
Pahami dia, dan jangan menodainya.

WaLlahu a’lam.

Untuk saudara-saudaraku yang akan dan telah melangsungkan pernikahan. Yang akan mengikatkan diri dalam ikatan surga atas nama cinta. Maafkan bila aku tak bisa memberi hadiah materi. Biarlah secarik catatan ini dan doa barakah dari hati terdalam yang menjadi hadiah terindah dariku. barakaLlahu lakum..

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 00:28


Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba – tiba dia terhuyung – huyung berjalan. Dia hanya memiliki satu kaki dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat, dia tersenyum. Ya Allah, maafkan bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.
Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki – laki penjualnya begitu mempesona. Aku ingin berbicara dengannya. Dia tampak sangat gembira. Namun sayang, kata – kataku hanya berbalas lambaian tangan. Kemudian anak itu menulis sesuatu di kertas dan ditunjukkannya padaku. Isi tulisannya: terima kasih atas kebaikan anda. Maafkan bila saya tidak bisa menemani anda mengobrol, karena saya tuli. Ya Allah, maafkan bila aku mengeluh. Aku masih bisa mendengar, dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan, aku melihat seorang laki – laki tampan mirip bule sedang duduk memandangi matahari terbenam. Dia begitu tampan dengan tubuh tinggi dan mata biru. Aku menyapanya, “matahari terbenam itu memang indah sekali ya”. Dia tidak menoleh, namun hanya menjawab, “benarkah itu indah Tuan? Dapatkah anda menceritakan pada saya tentang keindahannya? Karena mata saya tidak bisa melihatnya”. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata, dunia dan keindahannya ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawaku kemana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang matahari dan langit biru. Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala suara alam ini. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 21:31


Ada sebuah kisah mengenai perjumpaan dua orang sahabat yang sudah lama berpisah. Mereka saling melepas rindu sambil menceritakan pengalaman masing – masing. Sampai salah seorang bertanya kepada sahabatnya. “Ngomong- ngomong, kenapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?”
Sahabatnya menjawab, “Sejujurnya, aku sedang mencari seorang wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu di Bandung, saya sempat berjumpa dengan seorang gadis yang cantik dan pintar. Saya pikir inilah wanita ideal yang saya cari. Namun akhirnya saya tahu dia sangat sombong. Jadi hubungan kami putus sampai di situ.

Di Jakarta, saya bertemu dengan seorang wanita rupawan yang ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama, saya sangat terpesona. Saya berpikir, inilah wanita idaman saya. Namun seiring berjalannya waktu, saya tahu dia sangat boros dan tidak bertanggungjawab.

Saya terus berusaha mencari. Namun selalu saya temukan mereka punya kekurangan dan kelemahan. Hingga suatu hari, saya dipertemukan dengan seorang wanita yang selama ini saya dambakan. Dia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan, dan supel. Saya pikir, inilah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan.”

“Lantas, mengapa kau tak juga menikah dengannya?” temannya menyela. Yang ditanya terdiam sejenak. Akhirnya dia menjawab dengan suara lirih, “Baru kemudian aku tahu kalau dia juga sedang mencari pria sempurna.”
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 11:04

Untuk diriku sendiri,
dan saudara- saudaraku yang tengah berjuang di jalan-Nya.

Assalamualaikum wr. wb.

Ikhwati fillah,
Ramadhan kan segera berlalu. Sisakan sembilan hari bagi kita untuk mengejarnya.
Tuk meleburkan dosa-dosa kita.Tuk merenungi kekhilafan kita.Tuk memuhasabahi jiwa kita.

Marilah kita bercermin.
Sudahkah kita berhasil menjelma menjadi kupu-kupu yang indah?
Ataukah puasa kita gagal, dan kita masih merupakan ulat yang melata dengan menyedihkan?


Marilah kita bertanya pada diri kita sendiri,
Adakah kita lakukan amalan-amalan itu dengan setulus hati?
Adakah kita lakukan ibadah-ibadah itu dengan penuh keikhlasan?
Ataukah itu hanya topeng kemunafikan yang menutupi wajah kita di depan dunia???

Ikhwati fillah,
Jka disini kita berhijab, tetapkah kita menggunakannya saat ita tak lagi bersama?
Jika disini kita membatasi diri dari lawan jenis, akankah kita tetap melakukannya saat kita bersama teman-teman kecil kita di kampug?
Jika disini kita menahan pandangan, adakah kita tetap melakukannya di luar sana?

Ataukah semua itu hanya formalitas yang kita jalankan sebagaii konsekunsi status kita sebagai aktivis dakwah, yang langsung lepas begitu kita melangkah keluar dari sekretariat?

Semoga tidak demikian halnya, Saudaraku.

Karena sesungguhnya Allah SWT selalu mengawasi langkah kita, kapanpun dan dimanapun kita berada. Semoga Ramadhan ini tidak sia-sia, tetapi akan membawa kita tuk dapatkan cinta dan senyum-Nya. Amin.

Wassalamualaikum wr.wb.

nb: mohon diingatkan juga jika saya ada khilaf, karena sesunggguhnya saya hanyalah manusia biasa.

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 18:39


Pada hari Sabtu, 25 Juli 2009, ada dua peristiwa yang membuat saya kepikiran tentang banyaknya ikhwan yang ingin segera menikah dini (termasuk saya, hehehe). Peristiwa pertama, saat sedang menuju masjid kampus untuk shalat ashar, tepat pukul 14.25 wib, saya melihat seorang akhwat berdiri di depan pintu gerbang Universitas Airlangga. Berkali – kali ada mikrolet yang menawari dia untuk naik, namun semuanya ditolak. Baru setelah dari arah timur ada sebuah taksi yang berjalan ke arahnya, akhwat itu mau memanggilnya.

Peristiwa kedua, setelah shalat ashar, saya berjalan menuju gerbang untuk pulang. Saat itulah saya melihat seorang akhwat lain yang sedang ngebut dengan penuh semangat naik sepeda pancal. (kayaknya udah telat datang halaqah nih) Namun, masya Allah, tak tampak sedikit pun rasa lelah di wajah akhwat itu. Wajahnya tetap berseri – seri dan penuh semangat.

Dua peristiwa itu yang membuat saya berpikir seandainya dua akhwat itu dapat dianggap sebagai dua tipe akhwat. Lantas saya teringat pada tulisan yang pernah saya baca. Yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan kesanggupan untuk menafkahi istri bukanlah berarti si ikhwan harus mapan terlebih dahulu. Cukuplah jika ikhwan tersebut mau berusaha dengan sekuat tenaga untuk menafkahi keluarganya. Pendeknya, untuk menikah tidak perlu menunggu sampai mapan lah.

Oke jika memang tidak harus mapan. Itu tidak akan menjadi masalah jika yang kita (ikhwan) dapatkan sebagai istri kelak adalah akhwat tipe kedua, yang begitu bersemangat menjalani hari – hari dan segala aktivitasnya walaupun dengan fasilitas yang tidak begitu berlebihan, naik sepeda pancal pun oke. Jika dapat istri seperti ini, cukuplah nanti kita antarkan dia kemana – mana naik motor. Hujan dan panas kita hadapi berdua. (Ceilaaaaahhh)

Namun bagaimana jika yang kita (sekali lagi, ikhwan. Yang nulis ikhwan ini) dapatkan sebagai istri adalah akhwat tipe pertama? Jika kita belum mapan, sanggupkah kita untuk memenuhi nafkah dia yang tentu saja tidak biasa hidup pas-pasan? Jangan dulu berpikir soal susu bayi yang harganya selangit, atau biaya sekolah anak yang semakin tidak merakyat. Coba kita berpikir, jika nanti istri kita ada halaqah, dia berangkat naik taksi. Mau ngisi kajian, naik taksi lagi. Mau belanja, nggak mau ke pasar tradisional yang becek. Maunya ke HERO, naik taksi lagi. Mau mudik jenguk ortu atau mertua, ga mau diajak naik kereta ekonomi, maunya naik yang eksekutif atau naik pesawat. Dan lain – lain.

Jika seperti itu, cukupkah kita berkata, yang penting adalah kesanggupan untuk berusaha menafkahi, sementara pendapatan kita sendiri masih pas – pasan?



Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 09:10


Pagi – pagi, biasanya orang pada ingin sarapan sambil ditemani secangkir kopi susu dan membaca koran. Kalau mahasiswa lain lagi. Ga pake sarapan, langsung minum kopi pahit dua gelas supaya tahan kuliah seharian, sambil komat – kamit ngapalin rumus buat kuis jam pertama. Ya nggak? (yang nulis juga kena nih. hehehe) Namun rutinitas yang menyenangkan ini rupanya terganggu hari ini. Karena pada pagi yang cerah ini, Jumat (17/7), pukul 07.45 WIB, dua ledakan mengguncang Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Peristiwa ini mengakibatkan sembilan orang tewas dan 52 lainnya luka-luka. Enam korban tewas di Hotel JW Marriott, sedangkan tiga korban tewas lain di Hotel Ritz Carlton.

Korban yang tewas meliputi warga negara Indonesia dan warga negara asing. Sumber di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengungkapkan, bom diledakkan dari koper yang ditinggalkan di Restoran Syailendra di Hotel JW Marriott. Diduga, bom tersebut merupakan bom bunuh diri yang diledakkan dengan menggunakan timer. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna yang berada di lokasi kejadian mengatakan, sejauh ini belum diketahui apakah ledakan ini berasal dari kelompok teroris Noordin M Top, atau bukan.

Namun demikian, banyak pihak yang beranggapan bahwa terror bom ini kembali dilakukan oleh kaum Islam fundamentalis. Seperti yang dikatakan oleh pakar terorisme internasional Rohan Gunaratna seperti dilansir harian Australia, News.com.au , Jumat (17/7/2009).

Menurut Gunaratna, pengeboman di Indonesia tidak akan berhenti sampai "pemimpin spiritual" JI, Abu Bakar Ba'asyir ditangkap dan dipenjara.

"Mereka (JI) tak pernah berhenti merekrut," kata Gunaratna, kepala badan International Centre for Political Violence and Terrorism Research yang berbasis di Singapura.

Menurut saya, agak terlalu gegabah untuk langsung menuduh satu pihak bertanggung jawab sebelum ada bukti yang kuat. Apalagi pada prinsipnya, Islam adalah agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan keselamatan seperti dalam arti kata Islam itu sendiri.

Bahkan dalam Islam banyak aturan yang melarang terorisme. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh Al Utsaimin dalam Syarah Riyadush Shalihin 1/165-166 setelah menyebutkan syarah hadits kisah Ashabul Ukhdud beliau menyebutkan faidah-faidah yang dapat diambil dari kisah ini diantaranya.

Sesungguhnya seseorang boleh mengorbankan dirinya untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum, pemuda ini menunjukkan kepada raja yang menuhankan dirinya suatu hal yang bisa membunuhnya, yaitu dengan mengambil sebuah anak panah dari tempat panahnya …

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Karena ini adalah jihad fi sabilillah, seluruh umat beriman semuanya dalam keadaan pemuda ini tidak kehilangan apa-apa, karena dia mati, dan pasti dia akan mati cepat atau lambat”

Adapun apa yang dilakukan oleh sebagian orang dengan bunuh diri, yaitu dengan membawa alat peledak dibawa ke tempat orang kafir, kemudian dia ledakkan ketika dia di antara orang-orang kafir, maka dia tergolong perbuatan bunuh diri –Semoga kita dilindungi Allah Jalla Jallaluhu darinya-. Barangsiapa yang bunuh diri maka dia kekal di neraka Jahannam selama-lamanya, sebagaimana datang dalam hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi tajam maka besi itu diletakkan di tangannya, ditusukkan ke perutnya di neraka jahannam dia kekal di dalamnya.” [Shahih Bukhari 5778 dan Shahih Muslim 109]

Karena orang ini membunuh dirinya bukan untuk maslahat Islam ; karena jika dia membunuh dirinya dengan membunuh sepuluh, atau seratus, atau dua ratus orang kafir, maka Islam tidak mendapatkan manfaat sama sekali dari perbuatannya, manusia tidak akan beriman. Berbeda dengan kisah pemuda ashabul ukhdud di atas. Dengan bom bunuh diri ini bisa jadi membuat musuh lebih congkak, sehingga mereka memberikan balasan kepada kaum muslimin yang lebih kejam dari itu.

Selain itu, masalah tempat yang menjadi sasaran pengeboman juga harus amat diperhatikan. Sama sekali tidak boleh melakukan terorisme dalam bentuk apapun di Negara Islam. Dalam Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan pemerintahnya juga orang Islam (walaupun dzalim sekalipun) dilarang merampas kekuasaan waliyul amri (pemerintah) dan dilarang memberontak mereka kecuali terlihat pada diri pemerintah itu kekufuran yang nyata dan terdapat hujjah atas kekufurannya dari Allah (Al-Qur'an dan As-Sunnah). Karena pemberontakan terhadap penguasa akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah dan kejahatan yang lebih besar. Sehingga stabilitas keamanan akan terguncang, hak-hak akan tersia-siakan, pelaku kejahatan tidak dapat ditindak, orang-orang terzhalimi tidak dapat tertolong dan jalur-jalur transportasi akan kacau. Jelaslah bahwa memberontak penguasa akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Kecuali jika kaum muslimin melihat kekafiran yang nyata pada diri penguasa tersebut dan terdapat hujjah atas kekufurannya dari Allah (Al-Qur'an dan As-Sunnah), mereka dibolehkan memberontak penguasa tersebut dan menggantikannya jika mereka mempunyai kemampuan.

Sekarang, bagaimana dengan korban – korban yang berjatuhan? Jika di antara mereka ada satu orang saja yang beragama Islam, maka pelaku terorisme itu harus dihukum qishash. Yakni sebanding dengan kerugian yang diderita oleh korban muslim tersebut. Maka jika korban tersebut tewas, pelaku terorisme itupun harus dijatuhi hukuman mati.
Bagaimana jika ada korban yang beragama lain dan penduduk Negara lain? Seperti misalnya Edward Thielsen, warga Kanada dan David Potter, warga Amerika yang turut menjadi korban di JW Marriot?

Jika mereka masuk Negara ini dengan jalan yang sah dan tidak memusuhi umat muslim, maka mereka termasuk kafir dzimmi. Yaitu orang kafir yang berada di bawah perlindungan orang muslim. Maka mereka dihukumi sama dengan orang muslim. Yaitu darahnya haram untuk ditumpahkan. Dan membunuh mereka sama dengan membunuh orang Islam.

Oleh karena itu, jika memang yang melakukan pengeboman di hotel Ritz dan JW Marriot itu adalah benar orang Islam, maka pemahamannya akan agama ini sepertinya perlu dibenahi.

Bagaimana dengan prinsip al wala’ wal bara’ (berlepas diri dari orang kafir dan membela saudara muslim)?

Prinsip itu memang sudah seharusnya dilakukan oleh setiap orang Islam. Namun tetap harus memperhatikan aplikasinya. Dalam berwala’ wal bara’ tidak boleh sampai melanggar syariat Islam seperti yang telah dipaparkan di atas. Kalau masih mau mainan bom, sekalian saja berangkat ke medan jihad seperti Palestina, Afghanistan, dll. Insya Allah, bisa syahid.

Belum lagi “dugaan” dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang menyatakan bahwa bahwa pemboman kali ini bukan dilakukan oleh pelaku terorisme yang biasa kita kenal (Jama'ah Islamiyah). Namun ada muatan politisnya, untuk mengacaukan penghitungan suara pilpres, menggagalkan pelantikan presiden terpilih, dan mengacaukan stabilitas negara. Seperti yang dilakukan oleh capres gagal dari Iran, Mir Hossein Mousavi. Walaupun langsung dibantah oleh Prabowo Subianto dengan ajakan untuk bersama – sama menyejukkan suasana. (Setuju Pak, Indonesia sudah kelewat panas akhir – akhir ini. Belum lagi efek global warming. hehehe)

Dengan demikian, tidak etis bagi semua pihak untuk langsung menuduh pihak lain bertanggung jawab atas tragedi ini, sebelum benar – benar terbukti bahwa merekalah pelaku sebenarnya. Hal ini didasarkan pada azas praduga tak bersalah dalam hukum di Indonesia dan juga negara – negara lain.

Lagian, siapa tau orang – orang Jama’ah Islamiyah sendiri lagi ngamuk – ngamuk karena Manchester United batal datang ke Jakarta, sehingga mereka tidak bisa menyaksikan aksi Wayne Rooney menjebol gawang Markus Horison? Ya nggak?
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 09:06
Labels: ,

Dalam setiap detik aku menatap bayangan - bayangan terpantul di arus kehidupan yang takkan pernah berhenti mengalir dalam kuasa Sang Pemilik Waktu.
Bayanganku, bayanganmu.

Dalam pusaran makna kulihat nasibku dan nasibmu berkelindan tak terpisahkan oleh keabadian.
Aku dan kau, satu dalam keterpisahan.

Kurindukan engkau di sini, tuk menjagaku dari mimpi buruk yang senantiasa membuatku terbangun dan berteriak memanggil namamu.

Namun aku tersenyum,
untuk setiap kata yang tak terucap,
untuk semua makna yang tak terungkap.

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 12:22
Labels:

Ada seorang pemuda yang mencari seorang guru agama,
pemuka agama atau siapapun yang bisa menjawab 3
pertanyaannya. Akhirnya sang pemuda itu menemukan
seorang bijaksana.

Pemuda : Anda siapa? Bisakah menjawab
pertanyaan-pertanyaan saya?
Bijaksana : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya
akan menjawab pertanyaan anda.

P : Anda yakin? Sedang profesor dan banyak orang
pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
B : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

P : Saya punya 3 buah pertanyaan.
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan
kepada saya.
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan
ke neraka yang terbuat dari api, tentu tidak
menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur
yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh
itu?


Tiba-tiba sang orang bijaksana tersebut menampar pipi
si pemuda dengan keras.

P (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada
saya?
B : Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawaban saya
atas 3 buah pertanyaan yang Anda ajukan.

P : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
B : Bagaimana rasanya tamparan saya?

P : Tentu saja saya merasa sakit.
B : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?

P : Ya.
B : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!

P : Saya tidak bisa.
B : Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua
merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat
wujudNya
B : Apakah tadi malam Anda bermimpi akan ditampar oleh
saya?

P : Tidak.
B : Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima
sebuah tamparan dari saya hari ini?

P : Tidak.
B : Itulah yang dinamakan Takdir.

B : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk
menampar anda?
P : Kulit.

B : Terbuat dari apa pipi anda?
P : Kulit.

B : Bagaimana rasanya tamparan saya?
P : Sakit

B : Walaupun setan dan neraka sama terbuat dari api,
neraka tetap menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 16:26

Terkadang, banyak di antara kita yang kurang memahami bahwa Islam sangat memuliakan wanita (istilah kerennya: akhwat). Oleh karena itu banyak yang berpendapat bahwa Islam mengekang wanita, diskriminatif, dan anti kesetaraan gender.

Sebelum terlanjur salah berpendapat, ada baiknya jika para wanita dan atau siapapun yang berpendapat bahwa Islam menentang emansipasi membaca terlebih dahulu sekelumit ulasan di bawah ini.
Seorang wanita salihah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
Seorang wanita salihah adalah lebih baik daripada 70 lelaki salih.
Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.
2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesai kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.
Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam surga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
Wanita yang menguli tepung gandum dengan bismillah", Allah akan berkahkan rezekinya.
Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baituLlah.
Wanita yang menjaga shalat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki surga dari mana-mana pintu yang dia suka.
Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.
Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.
Sekiranya wanita meninggal dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun shalat.
Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup waktu (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan mengabarkan berita bahwa surga wajib baginya.
Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun shalat dan puasa.
Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.
Wanita yang meninggal dunia dengan keridhaan suaminya akan memasuki surga.
Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.
Hadis nabi mengenai wanita: Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".

Itulah sebagian bukti bahwa Islam sangat mengistimewakan kaum wanita atau akhwat. Tentu masih banyak lagi bukti yang lain dalam Al Qur'an dan hadits RasuluLlah. Dan selanjutnya, pilihan terletak di tangan kita sendiri untuk membuka mata dan memahami fakta ini secara objektif, ataukah tetap bersikukuh dengan pendapat yang tidak berdasar bahwa Islam memojokkan wanita.

Wallahua'lam...

Ya Allah, adakah aku ini hamba-MU yang layak untuk merindui surgaMu?
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 12:04
Labels: ,

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".

"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar(mlungker-mlungker, istilah jawanya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.

" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya! Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA ! Tapi apa yang terjadi? orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!



Selengkapnya...

Search