selamat datang di rumah sederhana saya. mari bersama berusaha mengumpulkan hikmah yang terserak di antara semesta kehidupan, dalam upaya menyadarkan diri bahwa kita hanyalah manusia.
Showing posts with label muhasabah. Show all posts
Showing posts with label muhasabah. Show all posts
Posted by SHANDY on 00:28


Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba – tiba dia terhuyung – huyung berjalan. Dia hanya memiliki satu kaki dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat, dia tersenyum. Ya Allah, maafkan bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.
Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki – laki penjualnya begitu mempesona. Aku ingin berbicara dengannya. Dia tampak sangat gembira. Namun sayang, kata – kataku hanya berbalas lambaian tangan. Kemudian anak itu menulis sesuatu di kertas dan ditunjukkannya padaku. Isi tulisannya: terima kasih atas kebaikan anda. Maafkan bila saya tidak bisa menemani anda mengobrol, karena saya tuli. Ya Allah, maafkan bila aku mengeluh. Aku masih bisa mendengar, dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan, aku melihat seorang laki – laki tampan mirip bule sedang duduk memandangi matahari terbenam. Dia begitu tampan dengan tubuh tinggi dan mata biru. Aku menyapanya, “matahari terbenam itu memang indah sekali ya”. Dia tidak menoleh, namun hanya menjawab, “benarkah itu indah Tuan? Dapatkah anda menceritakan pada saya tentang keindahannya? Karena mata saya tidak bisa melihatnya”. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata, dunia dan keindahannya ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawaku kemana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang matahari dan langit biru. Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala suara alam ini. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 11:04

Untuk diriku sendiri,
dan saudara- saudaraku yang tengah berjuang di jalan-Nya.

Assalamualaikum wr. wb.

Ikhwati fillah,
Ramadhan kan segera berlalu. Sisakan sembilan hari bagi kita untuk mengejarnya.
Tuk meleburkan dosa-dosa kita.Tuk merenungi kekhilafan kita.Tuk memuhasabahi jiwa kita.

Marilah kita bercermin.
Sudahkah kita berhasil menjelma menjadi kupu-kupu yang indah?
Ataukah puasa kita gagal, dan kita masih merupakan ulat yang melata dengan menyedihkan?


Marilah kita bertanya pada diri kita sendiri,
Adakah kita lakukan amalan-amalan itu dengan setulus hati?
Adakah kita lakukan ibadah-ibadah itu dengan penuh keikhlasan?
Ataukah itu hanya topeng kemunafikan yang menutupi wajah kita di depan dunia???

Ikhwati fillah,
Jka disini kita berhijab, tetapkah kita menggunakannya saat ita tak lagi bersama?
Jika disini kita membatasi diri dari lawan jenis, akankah kita tetap melakukannya saat kita bersama teman-teman kecil kita di kampug?
Jika disini kita menahan pandangan, adakah kita tetap melakukannya di luar sana?

Ataukah semua itu hanya formalitas yang kita jalankan sebagaii konsekunsi status kita sebagai aktivis dakwah, yang langsung lepas begitu kita melangkah keluar dari sekretariat?

Semoga tidak demikian halnya, Saudaraku.

Karena sesungguhnya Allah SWT selalu mengawasi langkah kita, kapanpun dan dimanapun kita berada. Semoga Ramadhan ini tidak sia-sia, tetapi akan membawa kita tuk dapatkan cinta dan senyum-Nya. Amin.

Wassalamualaikum wr.wb.

nb: mohon diingatkan juga jika saya ada khilaf, karena sesunggguhnya saya hanyalah manusia biasa.

Selengkapnya...

Search