selamat datang di rumah sederhana saya. mari bersama berusaha mengumpulkan hikmah yang terserak di antara semesta kehidupan, dalam upaya menyadarkan diri bahwa kita hanyalah manusia.
Posted by SHANDY on 16:04

1. Eksistensi Zionis

1. Karakter Zionis sebagai Hizbus Syaitan

Karakter Zionis adalah menindas dan menteror lawannya. Karakter yang paling penting adalah etnis-rasialis. Karakter ini lahir dari mitos “bangsa pilihan Tuhan” (Israel). Bangsa pilihan ini akan menempati ‘tanah yang dijanjikan’ (Palestina). Tanah yang dijanjikan ini adalah tempat berkumpulnya orang Yahudi. Dengan mitos sebagai ‘bangsa istimewa’, Yahudi tidak menerima pembauran dengan bangsa-bangsa lain. Oleh karenamya Yahudi hidup di tanah yang dijanjikan.



B. Yahudi Bangsa Pilihan Tuhan

Kesaman antara zionisme dan Nazi Jerman adalah upaya untuk meniadakan orang yang bukan golongannya dari wilayah mereka. Zionis berusaha agar tanah yang dijanjikan (Palestina) hanya ditempati oleh ‘bangsa pilihan Tuhan’ (Yahudi). Untuk mewujudkan hal itu dan untuk tetap eksis, maka terorisme adalah satu-satunya jalan.

2. Ideologi Zionis Sebagai ideologi Hizbus Syaitan

1. Penghancuran bangsa Lain

Zionisme mengklaim bangsa Palestina tidak ada. Jikapun berhadapan dengan Palestina dengan Palestina maka Zionis melakukan penghancuran dan pengusiran terhadap warga Palestina. Menurut logika Yahudi, pembunuhan terhadap manusia-manusia tanpa eksistensi (seperti bangsa Palestina) tidak tergolong perbuatan yang melanggar kemanusiaan. Rasionalitas seperti ini membenarkan berbagai tindakan untuk melenyapkan bangsa Palestina.

B. Pendidikan Permusuhan

§ Permusuhan terhadap Palestina merupakan hasil dari pendidikan terencana yang jelas target dan sasarannya. Yahudi telah mendidik anak-anak mereka tentang keharusan kembali ke Israel. Yahudi menggunakan teks Taurat untuk menjadi dasar pembinaan dan pendorong utama untuk melegimitasi setiap pembantaian bangsa Palestina saat ini dan yang akan datang.

§ Untuk mewujudkan efektivitas dan kontuinitas negara Yahudi, ideologi Zionis dijadikan inheren dengan pola pengajaran masa depan dimana pendidikan kekerasan menjadi materi unggulan.

3. Falsafah Kebrutalan

§ Falsafah Zionisme berbunyi “keabadian buat yang kuat dan kemusnahan bagi yang lemah”. Falsafah ini memposisiskan Yahudi sebagai kaum yang lebih atas sehingga berhak untuk menekan orang yang lebih rendah kemahiran dan kapabilitasnya. Zionisme memandang orang Palestina sebagai pihak yang harus hidup di bawah terorisme dan penindasan Yahudi.

§ Zionisme tidak bisa hidup tentram kecuali negerinya telah memiliki batas-batas wilayah untuk dirinya sendiri dan akan mempertahankannya.

4. Keyakinan Mutlak

§ Yahudi menjadikan subjektif absolut sebagai sebuah keyakinan yang jelas dalam ajaran-ajaran lama. Subjektif absolut menjadikan Zionisme tidak mau melihat sejarah non Yahudi. Bangsa Yahudi adalah awal dan akhir dunia yang merupakan standar bagi kemajuan dan kemunduran manusia. Yahudi adalah kebenaran yang sempurna dimana pihak yang berbeda dengannya berada dalam kebatilan. Moral dan ilmu pengetahuan tidak bisa dikatakan sebagai kebenaran kecuali ia mengabdi untuk kepentingan Zionis.

5. Keimanan Buta

§ Terdapat kepercayaan secara mutlak kepada risalah keTuhanan Yahudi. Keimanan ini tidak rela dengan hubungan sebab akibat, dimana segala sesuatu harus berjalan sesuai dengan pemikiran Yahudi. Kehendak Yahudi adalah pencipta duni atunggal dan alatnya adalah kekuatan. Pengagungan kepada kekuatan merupakan praktek tunggal Yahudi.

§ Seorang pendeta teroris Yahudi bernama Kahana menyatakan bahwa Al Masih tidak akan muncul kecuali jika Israel telah selesai membunuh bangsa Palestina seluruhnya. Dengan demikian pembunuhan bangsa Arab adalah kewajiban agama guna menyelamatkan dunia dan untuk kemunculan Al Masih. Pembinaan bangsa Arab merupakan permintaan Al Masih. Al Masih yang dimaksud di sini bukan Al Masih yang diyakini oleh orang Kristen.

6. Tindakan Irasional

§ Irasionalisasi tindakan Yahudi telah lebih jauh memasuki kehidupan bernegara dan politik ketimbang hanya pada upaya pengusiran orang Palestina. Pencaplokan tanah, pembunuhan dan penghancuran merupakan suatu prestise bagi Yahudi karena anggapan bahwa hal itu merupakan perbuatan yang semstinya bagi mereka.

§ Bagi Yahudi pembunuhan orang non Yahudi sebagai kebaktian agama dan merupakan sarana mendapatkan diri kepada Tuhan dan meraih ridhaNya. Pembunuhan dalam konsep Zionis Yahudi mendapatkan pembenaran dengan berbagai alasan yaitu ats nama syariat agama, pembelan diri, darurat sejarah, supremasi dan rasialisme dan atas nama Tuhan.

7. Ekstrimis Zionis

1. Gosh Emunim

§ Gerakan ini adalah yang paling menonjol dari ekstrimis Zionis. Ia menghapus seluruh apa yang bukan Yahudi. Mereka menganggap keberadaan bangsa Arab di Palestina menyalahi agama secara jelas dan tidak mungkin diterima oleh kaum Yahudi. Gerakan ini menyakini bahwa Zionisme bukanlah negara namun gaya hidup yang menggabungkan antara agama, senjata dan bumi di dalam kesatuan harian yang berkesinambungan.

2. Gerakan Kakh

§ Gerakan ini merupakan wakil bagi teroris di dalam eksistensi Zionis dan selaku pewaris seluruh standar keYahudian abad ke-20. Gerakan ini menggabungkan teologi dan mafia, dan melalui argumentasi Taurat mencoba menutupi hubungannya dengan mafia. Seluruh organisasi teroris dan etnis Yahudi di AS mengenalnya.

§ Serangkaian aktivitas terorisme yang pernah dilakukan gerakan ini adalah usaha menguasai Masjidil Aqsha, melukai setiap mobil orang Arab yang mendekat Al Quds dan meletakkan rangkaian bom di desa-desa Arab di Al Quds dan membakar mobil-mobil di Abu Turrah.

3. Ekstrimis lainnya

§ Disamping kedua gerakan di atas, masih ada kelompok lain dari gerakan-gerakan agama teroris. Namun tidak ada perbedaan hakiki diantara gerakan tersebut. Banyaknya organisasi teroris rasialis ini bukan merupakan representasi perpecahan dalam proyek Zionisme. Kesemuanya bersama dalam membunuh dan menyingkirkan bangsa Palestina.

§ Perbedaan ajaran teoritis Zionis membuat langkah-langkah teoritis Israel terbongkar di luar setelah perang Oktober 1973 dan setelah pengepungan Beirut, pendudukan Lebanon 1982, serta aktivitas harian selama terjadinya Intifadhah Palestina. Adapun penghalang kesuksesan Yahudi adalah kelemahan internal Yahudi yaitu berupa perbedaan atau pertentangan yang muncul ke permukaan. Pertentangan ini berhibungan dengan krisis internal ideologi Zionis. Dan keyika krisis internal ini bertambah maka bertambah pula rahasia teroris yang terbongkar.

8. Paradigma Tindakan Zionis

1. Akidah Teroris

§ Pidato Theodore Hertzl dalam pidato konferensi Zionis pertama menyampaikan rencana untuk menguasai dunia dengan cara menyebarkan terorisme. Ia dianggap sebagai ‘nabi’ terorisme Zionis. Dalam pidatonya ia menyerukan penghancuran seluruh agama selain Yahudi hingga bangsa Yahudi menjadi pemimpin bagi bangsa-bangsa lain. Herzl juga banyak merancang sketsa-sketsa pembunuhan.

§ Orang nomor dua setelah Hertzl adalah Trotsky. Ia penggagas teori yang menyatakan bahwa membunuh orang tua renta, lemah dan tidak bermanfaat sepert halnya menghabisi seluruh binatang serangga atau binatang yang membahayakan. Teori lainnya adalah yang menyatakan “Pembersihan masyarakat insani dengan cara pembantaian manusia sebanyak mungkin agar mereka yang tinggal dapat hidup dengan penuh kemakmuran dan kegemerlapan”.

2. Akidah Kekerasan

§ Taurat versi Yahudi berisikan ayat-ayat yang menyinggung perilaku kekerasan dan membuka peluang untuk berkonspirasi dalam menggunakan berbagai sarana kekerasan yang paling ekstrim sekalipun dalam berhadapan dengan musuh. Taurat versi Yahudi mempromosikan berbagai cara dan metode kekerasan yang biadab seperti menyerang penduduk kota dengan pedang, penyiksaan massal dan pembumihangusan total, pembantaian total, pembantaian anak-anak, penghancuran rumah dan penganiyaan kaum perempuan.

3. Ideologi Kebencian

§ Ideologi Yahudi Tamud menyerukan untuk merusak keluarga, akhlaq dan agama. Seruan kepada kehidupan free sex merupakan esensi rancangan protokol Zionis untuk dapat mengasai seluruh dunia dengan menghalalkan segala cara. Protokol ke-13 mengatakan”Kami akan sebarkan di tengah masyarakat perilaku sakit yang menjijikkan jiwa yang dapat menghancurkan sendi-sendi keluarga”. Yahudi menyakini bahwa cara-cara destruksi sosial/akhlaq lebih efektif dibanding destruksi ideologis.

4. Mitos Bangsa Pilihan

§ Mitos-mitos yang berkembang pada kaum Yahudi, seperti bangsa pilihan Tuhan, telah merubah perasaan sebagai minoritas dan tertindas di muka bumi menjadi sosok yang arogan, superior dan congkak. Kaum Yahudi mengklaim sebagai bangsa yang memiliki banyak kelebihan di dunia. Mereka adalah bangsa yang banyak memuji dan mengagungkan diri dengan sebutan ‘bangsa terpilih’, ‘bangsa yang kekal’ atau ‘bangsa suci’. Kesucian mereka bukan lantaran ketaatan kepada Tuhan, tetapi lebih kepada meremehkan darah bangsa lain.

5. Akidah Penindasan

§ Makna asli diaspora adalah bertebaran di muka bumi dan pergi menyebar. Makna terminologis diaspora muncul dalam sejarah penghancuran bangsa Yahudi oleh Romawi. Semenjak itu Yahudi mulai bertebaran. Dari tekanan Romawi itu maka muncul dendam angan-angan untuk memiliki negara sendiri dengan kembali ke’tanah yang dijanjikan’ (Palestina).

6. Semangat Militer

§ Dasar konsepsi militer Israel modern berasal dari sejarah Yahudi kuno. Untuk lebih mengakarkan konsep ini, para sejarawan Israel berupaya untuk membuat ‘sejarah militer Yahudi’. Selain untuk memotivasi, hal ini dimaksudkan untuk kepuasan diri mereka bahwa mereka adalah pelaksana tugas suci Tuhan. Peperangan masa lalu merupakan sebuah keharusan historis guna mencapai kesuksesan misi Yahudi hari ini.

7. Akidah Ekspansi

§ Bangsa Yahudi tidak merasa cukup dengan wilayah Palestina. Mereka masih menuntut realisasi wasiat Tuhan dalam Taurat yang berbunyi “Setiap tempat yang diinjak oleh tapak kakimu, Aku berikan kepadamu di setiap kalimat yang dilantunkan Musa”.

8. Taurat Sumber Konsep Militer

§ Akidah taurat versi Zionis merupakan sumber dan akar dari konsep militer Israel. Berikut kutipannya “Bila kamu sekalian belum mengusir penduduk bumi yang berada di depan kamu, mereka kan menjadi orang yang mendahuluimu. Mereka ibarat duri-duri yang ada di matamu, cambuk yang ada di sekitarmu, dan mereka akan selalu memarginalkanmu di atas bumi di mana kamu bertempat tinggal”. Adapun prinsip perang mendasar yang sebagian besar diriwayatkan oleh Taurat diantaranya adalah: serangan mendadak (surprise attack/al mufaajaah) dan antisipasi (al mubadaah).

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 15:48
Labels: ,


Pengertian simbol sukses

• Simbol berarti abstraksi atau representasi dari suatu hal yang konkrit. Sebuah simbol baru berlaku jika sudah ada kesepakatan tentang simbol tersebut. Simbol “$” belum dapat dikatakan mata uang Dollar sebelum seluruh dunia menyepakatinya.
• Sukses berarti berhasil, atau dapat dikatakan tercapainya sesuatu yang dikehendaki atau diinginkan. Sukses bersifat relatif tergantung dari pengetahuan seseorang tentang hakekat sukses yang sebenarnya. Dengan definisi ini hanya orang yang bersangkutan yang dapat menilai apakah ia telah sukses. Orang lain dapat saja menilai bahwa orang kaya itu telah sukses, padahal bukan kekayaan yang diinginkannya, tetapi ketenangan jiwa, maka ia belum merasa dirinya sukses dalam hidup.

Langkah hidup
Langkah-langkah untuk mencapai sukses dalam kehidupan disebut langkah hidup.

1. Pikiran adalah langkah hidup
Pikiran manusia bukan saja sebagai tool (alat), tetapi juga merupakan suatu control (kendali). Karena pikiran kita juga merupakan suatu control berarti dia ikut menentukan apa-apa yang akan kita lakukan.Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dalam memberikan input (masukan) ke dalam pikiran kita. Kita harus selalu memeriksa isi pikiran kita dan mengisinya dengan pemikiran yang bersih.

2. Ucapan adalah langkah hidup
Ungkapan “Bicara adalah perak, diam adalah emas” tidaklah seluruhnya benar. Yang membedakan ucapan adalah nilai dan isi yang terkandung di dalamnya. Ucapan yang mempunyai nilai dan isi yang baiklah yang akan menyelamatkan kita. Dan yang sebaliknya akan ‘membinasakan’ kita. ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat,berkatalah yang baik atau diam.”(HR.Bukhari dan Muslim)
“Barang siapa yang menjamin untukku dengan apa yang ada di antara dua tulang rahangnya dan di antara dua kakinya, maka aku jamin syurga baginya.”(HR.Bukhari)
Ucapan dapat lebih melukai daripada pedang, oleh karena itu ucapan perlu dijaga. Imam Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulmuddin membahas khusus satu bab tentang bahaya lisan yang menunjukkan bahaya lisan jika tidak benar ini akan berakibat tidak saja di dunia, tetapi juga di akhirat.Sekali berbohong di dunia orang tidak akan mempercayainya lagi dan Allh sangat murka terhadap orang yang mengatakan apa yang tidak dilakukannya. (QS.Ash-Shaf:2-3)

3. Tindakan adalah langkah hidup
Seseorang membutuhksn tindakan untuk mencapai sukses.Jika tindakan (amal) yang dilakukan itu kebajikan, maka berlakulah ‘barang siapa menanam, dia akan memetik hasilnya’. Sebaliknya, jika tindakannya berupa kemaksiatan, maka berlakulah ‘barang siapa menggali lubang, maka ia akan terperosok ke dalamnya’. Kedua prinsip tersebut berlaku di dunia dan di akhirat, atau kedua-duanya. Bukankah manusia hanya berusaha sedangkan Allahlah yang menentukan?(QS.13:11)

Simbol sukses dan simbol gagal
Pikiran, ucapan, dan tindakan adalah faktor internal manusia. Ketiganya merupakan langkah hidup. Setiap langkah hidup yang semakin mendekatkan seseorang ke tujuan yang dikehendaki disebut sebagai simbol sukses. Sedangkan, sebaliknya adalah simbol gagal.

Faktor eksternal yang juga ikut menentukan langkah hidup di antaranya adalah lingkungan. ”Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dan orang yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Teman penjual wangi itu boleh jadi akan memberi minyak wangi kepadamu atau kamu dapat membelinya atau paling tidak kamu akan mendapat bau harum daripdanya. Sedangkan teman pandai besi boleh jadi akan membuat pakaianmu berlubang (terbakar) atau paling tidak kamu ikut hangus dengannya.” (HR.Bukhari-Muslim)

Peranan niat dalam mencapai sukses
Kita harus yakin bahwa sukses yang kita kejar di dunia ini semata-mata karena mengharapkan ridho-Nya. Bukan karena mengharapkan ridho manusia.

Sukses di atas sukses. (QS.3:185; 98:8)

Tipe-tipe manusia:
• Tipe manusia yang memiliki simbol gagal.Gagal di dunia dan di akhirat
• Tipe manusia yang memiliki simbol sukses, tetapi tidak memiliki niat ikhlas.Sukses di dunia, tetapi gagal di akhirat.
• Tipe manusia yang memiliki simbol sukses dan didasari oleh niat yang ikhlas.Sukses di dunia dan di akhirat.




REFERENSI
Paket BP Nurul Fikri,Simbol Sukses


Catatan
1. Hadits 1:" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, berkatalah yang baik atau diam." (HR Bukhari Muslim)
2. Hadits 2:" Barang siapa yang menjamin untukku dengan apa yang ada diantara dua tulang rahang dan diantara kedua kakinya, maka aku jamin surga baginya." (HR Bukhari)
3. Hadits 3:" Sesungguhnya perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dan orang yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyakk wangi dan pandai besi. Teman penjual minyak wangi itu boleh jadi akan memberi minyak wangi kepadamu atau kamu dapat membelinya atau paling tidak kamu akan mendapat bau harum daripadanya. Sedangkan teman pandai besi boleh jadi akan membuat pakaianmu berlubang (terbakar) atau paling tidak kamu ikut hangus dengannya." (HR Bukhari Muslim)

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 10:14


Rumah. Tempat labuhan hati bagi setiap anggota keluarga. Kesan yang ditimbulkan dari suasana rumah amat besar pengaruhnya pada kejiwaan masing-masing. Apalagi jika inni diterapkan terus-menerus selama bertahun-tahun, maka akan ikut membentuk watak, dan kepribadian penghuninya. Home sweet home, siapa sih yang nggak kepingin ???





Rasulullah saw sendiri pernah bersabda “baiti jannati”. Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 21 melukiskan 3 dimensi kebahagiaan dalam keluarga : sakinah, mawaddah, dan rohmah. 1. Sakinah. Dimana anggota keluarga hidup dalam keadaan tenang dan tenteram, seia sekata, seayun selangkah, ada sama dimakan kalo tidak ada sama dicari. 2. Mawaddah. Kehidupan anggota keluarga dalam suasana kasih -mengasihi, butuh-membutuhkan, saling menghormati, 1 sama lain. 3. Rahmah. Pergaulan anggota keluarga yang suasananya saling menyayangi, cinta mencintai sehingga kehidupannya diliputi rasa kasih sayang.

Akan tetapi tidak jarang terjadi sebaliknya, rumah bagai neraka di dunia, tidak ada kebahagiaan, selalu ditiup badai pertengkaran dan percekcokan bahkan terjadi broken home. Kalau sudah begini semua pihak saling menyalahkan. Tidak pernah ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Kita bisa memulai menciptakan suasana rumah yang indah dari diri kita sendiri. Tidak ada yang lebih bertanggung jawab dalam membentuk suasana rumah menjadi seperti surga kecuali diri kita sendiri.

“Apabila ALLAH menghendaki suatu rumah tangga yang baik (bahagia) diberikanNya kecenderungan menghayati ilmu-ilmu agama, yang muda menghormati yang tua, harmoni dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, emlihat (menyadari) aibnya dan kemudian melakukan taubat. Jika ALLAH menghendaki sebaliknya, maka ditinggalNya mereka dalam kesesatan. “ (HR. Dailami dari Anas ra)

Dari hadits ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa syarat membentuk baiti jannati ada 5, diantaranya :

1. Menghayati ilmu-ilmu agama dan mengamalkannya.

“Barangsiapa yang menginginkan akhirat harus dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan dunia harus dengan ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, harus dengan ilmu pula.” “Ilmu tanpa amal lumpuh, amal tanpa ilmu buta.”Sudahkah kita mengislamisasikan rumah kita? Rumah yang mendapatkan cahaya Ilahi : rumah yang dihiasi dengan sholat dan membaca Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud berkata : “Sesungguhnya rumah yang paling kosong dari barokah : rumah yang didalamnya tidak dibacakan sedikitpun dari Al-Qur’an, rumah tersebut menyerupai rumah roboh yang tidak ada penghuninya.”Ketidakmampuan membaca al-Qur’an kini tidak lagi bisa dijadikan alasan, sebab sudah banyak kaset-kaset, CD-ROM, stiker-stiker islami atau poster-poster. Atau jadikan diri anda sebagai alat dakwah dengan mengajak nonton acara Kajian Islam di teve, misalnya. Ingat lingkungan yang islami akan mendorong penghuninya untuk bersikap islami pula.


2. Mempunyai akhlak dan kesopanan

Melongok polling Deteksi pada 15/10, dari 384 siswa SMU, 88,3 %nya pernah ngambek dengan ortunya , 24,5% karena beda pendapat, 16,8 % karena dimarahi dam 15%nya karena tidak di beri uang. Dari 339 siswa yang pernah ngambek itu, 63,7% mengaku sewot pada ibu dan sisanya kepada ayah. Lama ngambek berkisar antara 1 hari sampai dengan 3 bulan. MasyaAllah. Padahal islam senantiasa mengajarkan kepada kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita (46;15).

Sebagaimana hadits Rasulullah saw yang berbunyi :“Yang muda hendaknya menghormati yang tua, yang tua hendaknya mencintai yang muda.”

“Yang paling baik diantaramu sekalian : yang paling baik terhadap keluarganya. ”Islam mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita (46;15 / 31;14 / 17; 23 – 24), dll.

Kasih sayang Rasulullah pada para wanita yang pernah menjadi ibu susuannya tercemin pada kata-kata dan sikap beliau. Misalnya, kepada Ummu Aiman, bekas khadimat ibu Rasulullah, beliau selalu memanggil dengan panggilan mesra, “Ya… Ummi…” Kepada Fatimah binti As’ad bin Hisyam (istri pamannya) ketika wafatnya, Rasulullah memakaikan gamisnya dan berbaring sejenak di sisi jenazah dan berkata, “Tidak ada yang menyayangi aku selain dia dan Abu Thalib. ”Kepada Halimah Sa’diyah beliau pernah tergesa-gesa menggelar sorbannya sebagai alas beliau duduk.

Lalu, bagaimana dengan ortu kita yang menghalangi kita menunaikan perintah Allah? Islam telah menjawabnya dalam QS. 31; 15. Melalui kisah Nabi Ibrahim dan ayahnya (21;51-56/ 19;46-48) serta kisah Mush'ab bin Umair dan ibunya, shingga keluarlah ucapannya “Demi Allah, ketahuilah wahai Bunda…seandainya Bunda mempunyai 100 nyawa, lalu keluar satu per satu, maka tidaklah ananda akan meninggalkan agama ini walau ditukar dengan apapun. Terserahlah kepada Bunda, apakah Bunda mau makan atau tidak.” Tatkala ibunya menyiksanya tanpa henti, ia berkata, “Ibu, betapapun Ibu menyiksa kami, tidak sedikitpun kami berbalik dari keimanan kami. Dan yakinlah Ibu, bahwa Rasulullah saw telah menerima wahyu dari Allah , Rabb kita, Rabbul ‘alamin (dikutipnya QS. 31;14-15). Percayalah wahai Ibu, di dunia ini kami tetap harus berbuat baik kepada Ibu, karena hal ini diperintahkan dalam Islam. Ibu telah mengandung, menyusui, dan mengasuh kami dengan susah payah. Dan kami akan senantiasa berterima kasih.

”Adapun kecintaan pada yang muda, tampak pada kisah wafatnya Ibrahim (putra Rasulullah saw), beliau meneteskan air mata sehingga basah jenggotnya, ketika para sahabat bertanya, beliau menjawab, “Ini rahmat yang dijadikan Allah di dalam hati hamba-hambaNya, sesungguhnya Allah mengasihi di antara hati hamba-hambaNya yang pengasih.” Kepada Fatimah, beliau selalu menunjukkan perhatiannya. Jika Fatimah datang menemui beliau, beliau menyambut, dan memeluknya, memegang tangannya serta mendudukkannya di samping beliau. Saat Rasulullah hampir menemui ajalnya, Fatimah datang menjenguk, beliau tetap datang menyambut Fatimah dan menghiburnya. Kepada cucu-cucu beliau, beliau pernah berkata “Sebaik-baik tunggangan adalah tungganganmu berdua” manakala mereka menaiki punggung beliau saat beliau sedang sujud.


3. Harmoni dalam keluarga

Ciptakanlah rasa kasih sayang, saling pengertian, saling menerima, menghargai, mempercayai dalam keluarga. Menciptakan suasana kebersamaan amat penting agar tercipta harmoni. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah dengan berusaha meringankan beban mereka. Kisah kedua anak Nabi Syuaib misalnya, mereka memberikan bantuan kepada ayahnya saat sang ayah minta ataupun tidak (untuk menggembala ternak, lihat 28;23), atau kisah anak Nabi Yaqub yang mencari bahan makanan ketika terjadi paceklik (12;58-63). Kita perlu berbagi tugas, dan harus berlapang dada dalam pelaksanaan hak dan kewajiban (Deteksi Japos 31/8 dari 373 mahasiswa, hanya 55,3 % yang dekat dengan saudara, diantara penyebab pertengkaran diantara mereka adalah masalah tugas rumah dan beda pendapat). Maka, perlu dibiasakan menyisihkan sedikit waktu untuk ngobrol dengan keluarga. Saling terbuka dalam anggota keluarga memungkinkan timbulnya pengertian dan sikap menghargai.


4. Hemat dan hidup sederhana

Sebuah keluarga yang menjadikan tujuan hidup sehari-hari : menuntut kesenangan lahiriah saja, maka ibarat orang minum air laut (semakin diminum semakin haus). Kebiasaan memboroskan harta tanpa peduli manfaat atau mudharat, membuat manusia semakin akrab dengan syaitan. Akhirnya, sekalipun harta melimpah masih terasa kurang juga.


5. Menyadari cacatnya sendiri dan bertaubat

Ibarat pepatah, kuman di seberang tampak, gajah di pelupuk mata tidak nampak. Sebuah peribahasa yang layak diwaspadai. Adakah hal itu menghinggapi diri kita? Menyadari kesalahan diri sendiri dan berusaha untuk memperbaikinya menjadikan kita jauh dari penyakit riya’ dan takabbur (merasa dirinya paling benar) serta menghantarkan kepada sikap mudah memaafkan dan meminta maaf.


“ Manfaatkanlah 5 sebelum datangnya yang 5, masa mudamu sebelumdatang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa hidupmu sebelum datang masa matimu, masa luangmu sebelum datang masa sempitmu. “ (HR. Baihaqi)


Wallahu a’lam bish showab.

Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 19:43



Namun kita harus ingat bahwa diantara ciptaan Allah tersebut ada dua makhluk yang memiliki perkecualian yakni manusia dan jin. Kedua makhluk itu berbeda dengan yang lain karena keduanya sama-sama memiliki kesempatan berbuat semaunya. Mau bertakwa yaitu turut dan patuh kepada aturan-aturan Allah, alhamdulillah.........Mau berbuat fujur yaitu menolak atau melanggar aturan-aturan-Nya, jangan ah......... Hal itu sesuai dengan firman Allah :

" Dan katakanlah : kebenaran itu datang dari Rabb-Mu. Barangsiapa yang hendak beriman, berimanlah. Dan barang siapa yang ingin kafir, biarlah ia kafir." (QS Al-Kahfi: 29)

Untuk itu Allah tidak menciptakan manusia dan jin, sama dengan manusia membuat jam, dimana setelah dibuat maka jam ditinggal begitu saja. Dan jam pun berjalan dengan sendirinya. Entah itu terlalu cepat, lambat, bahkan nggak jalan. Allah menciptakan manusia dengan petunjuk yang membawa keselamatan dunia dan akherat, yakni Islam. Itulah jalan orang-orang beriman.

" Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak-lah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (Al-Imran: 85)

Sudah lebih dari lima belas tahun kita menikmati indahnya hidup ini, sudah lama pula kita beragama Islam, malu dong, bila kita tidak tahu tentang agama Islam. Nah, untuk mengetahuinya maka perlu kita tinjau pengertian Islam dari dua segi yakni :

1. Bahasa
Dari segi bahasa yakni Islam ditinjau dari asal katanya, Al-Islam berasal dari kata salama yang berarti selamat atau damai. Dan dalam Al Quran, banyak digunakan kata-kata sebagai berikut: (Boleh dicheck...)
a. Aslama : menyerah (QS 3:83 , 4: 125)
b. Istaslama, tasliim, mustalimun : penyerahan total pada Allah (QS 4:65, 37:26)
c. Saliim : bersih, suci (QS 26:89, 37:83-84)
d. Salaam : kesejahteraan (QS 39:73)
e. Salm : damai (QS 47:35, 8:61)
2. Istilah
Islam kalau dilihat dari sudut pandang istilah adalah tunduk dan menyerah kepada Allah baik lahir maupun batin dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Penerimaan dan penyerahan diri secara penuh terhadap hukum-hukum Allah adalah merupakan syarat untuk menjadi muslim yang utuh. Allah berfirman :
"Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2: 208)
Hal diatas baru pengenalan Islam sebatas bahasa dan istilah, untuk mengenal lebih jauh maka kita tidak cukup hanya sebatas nama. "Don't judge the book from it's cover" begitulah peribahasa yang cukup populer yang bisa kita jadikan acuan untuk melangkah lebih lanjut. Kalau kita mengenal teman hanya sebatas nama, tanpa mengetahui "orangnya" apalah artinya, namanya bagus tapi tingkah lakunya ituloh....sudah sholatnya rajin, akhlaknya bagus, pinter lagi....! Nah, itu baru gambaran orang yang cukup kenal dengan seseorang. Begitu juga kalau kita ingin mengetahui Islam. Selain bahasa dan istilah kita juga harus mengetahui ciri-ciri dari Islam yang sebagian kuuueeeciiil meliputi :

1. Islam adalah ajaran Rabbaniyah
Rabbaniyah sumbernya, maksudnya adalah bahwa Islam bersumber dari Allah, bukan hasil pemikiran manusia, jadi bukan seperti komik atau majalah. Ajaran Islam diturunkan dalam bentuk Al-Quran yang merupakan wahyu Allah kepada Nabi Muhammad serta dalam bentuk As-Sunnah (QS. 53:2-4). Rabbaniyah tujuannya, maksudnya pertama dan terakhir Dien Islam adalah agar manusia menyembah Allah bukan yang lain. (QS. 51:56). Nyembah satu saja belum kelar, apalagi sesembahannya banyak, dijamin pusing....!!!

2. Islam adalah ajaran Insaniyyah 'alamiyyah (kemanusiaan dan universal)
Yang dimaksud dengan kemanusiaan yang universal adalah bahwa agama Islam diturunkan untuk seluruh manusia bukan golongan/ kelompok tertentu saja. Islam merupakan "konsumsi pokok" bagi seluruh alam. Allah berfirman:

"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruh-nya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS 34:28)

Sifat universal bukan hanya berlaku untuk waktu dan generasi tertentu saja, tapi berlaku juga untuk sepanjang masa dan semua tempat karena itu Islam tidak akan hilang dari permukaan bumi.

3. Islam adalah ajaran yang bersifat integral
Integralitas Islam terletak pada ajarannya, yaitu ajaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Tak satupun aspek yang terlepas dari ajaran Islam. Islam mengatur hal-hal besar dan kecil, baik yang berkenaan dengan aspek jasmani maupun rohani. Mau bukti...Simak aja untaian berikut :

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya." (QS 15:22)

Di bidang biologi, penyerbukan yang dilakukan oleh angin disebut anemogami, misalnya pada tanaman padi, jagung dll. Siklus perputaran air dan penyimpanan air didalam bumi pasti sudah kita kenal dalam ilmu geografi khan ?.... Nah...loh... baru satu ayat, 2 bidang sekaligus. Mau tahu yang lain? Belajar Islam dulu dech !.

Islam nggak cuma ngurusin ibadah sebatas sholat, zakat, puasa, haji tapi Islam juga tahu kebutuhan kita akan tidur karena Allah berfirman :

"dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat" (QS 78:9)

4. Islam adalah ajaran yang mudah
Yakni bahwa ajaran Islam itu mudah untuk dikerjakan. Masih ingat karakteristik no. 2 ? Kemudahan ajaran Islam disebabkan Allah memang membuat ajaran Islam ini berdasarkan fitrah manusia. Jangan kawatir, kita nggak bakalan disuruh sholat terus menerus seperti malaikat, cuma 5X sehari kok. Bener...
Islam tuh tidak membebankan suatu kewajiban kecuali sebatas kemampuannya. Allah berfirman :

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS 2:286)

Tapi ingat !!! Islam itu mudah, tapi jangan dipermudah. Okay ?

5. Islam adalah ajaran yang berkeadilan secara mutlak
Maksudnya, tujuan Dien Islam menegakkan keadilan mutlak dan mewujudkan persaudaraan serta persamaan ditengah kehidupan manusia serta memelihara darah, kehormatan, harta, akal dan dien mereka. Lihat dong ...

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil." (QS 5:8)

6. Islam adalah ajaran yang tawazun (seimbang)
Bahwa seluruh ajaran Islam menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan umum, antara jasad dan ruh, antara dunia dan akherat (QS. 28:77). Diantara ajaran islam," Apabila maslahat pribadi berbenturan dengan kepentingan umum, maka yang didahulukan adalah kepentingan umum". tentang keseimbangan itu sendiri Rasulullah bersabda," Sesungguhnya badanmu memiliki hak atasmu, jiwamu memiliki hak atasmu dan keluargamu juga memiliki hak atasmu, maka berikanlah setiap yang punya hak-haknya"

7. Islam adalah ajaran yang merupakan perpaduan antara tsabat (tidak berubah) dan murunah (menerima perubahan)
Lha kok ?....Mau tahu maksudnya ? Sifat tsabat dinul Islam ada pada pokok dan tujuannya, murunah pada cabang, sarana dan cara-caranya. Sehingga dengan sifat murunahnya din Islam dapat menyesuaikan diri dan dapat menghadapai perkembangan jaman. Sesuai pula dengan segala keadaan yang baru timbul .Dengan sifat tsabat pada pokok-pokok dan tujuannya, tidak dapat larut dan tunduk terhadap setiap persoalan zaman dan perputaran waktu.
Islam adalah satu-satunya dien yang sempurna, tidak ada satupun ajaran Islam yang kontradiktif bahkan dengan teknologi sekalipun, semuanya satu kesatuan yang padu yang pada intinya terfokus pada ajaran tauhid. Kesempurnaan Islam akan nampak hasilnya bila tidak dicampur dengan ajaran yang lain. Misalkan beragama Islam tapi ikut beribadah di tempat agama lain. Ini Islam atau bukan, bingung deh...

jadi, kalau ada yang bilang Islam itu konservatif, ketinggalan zaman, dan perlu direvisi, kayaknya perlu ditinjau lagi pemahaman keIslamannya. apalagi kalau ada yang mengatakan bahwa Islam anti kemajuan, berarti dia bahkan lupa kalau Islam pernah menjadi nuurun fil 'alam saat dunia berada pada zaman kegelapan (the dark age). kapan? saat Islam ditegakkan dalam semua aspek kehidupan, seperti pada masa RasuluLlah dan Khulafaur Rasyidin.

Islam juga telah banyak sekali melahirkan ilmuwan2 yang terkenal di dunia, seperti:
1. Salman Al Farisi; pembuat strategi perang kanal, meriam pelontar/tank.
2. Miqdad bin Amru; pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda modern pertama.
3. Al Nadim (wafat thn 990, abad ke 10); pelopor pembuat katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
4. Ma’mun Ar Rasyid (thn 815, abad 9); pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad.
5. Nizam Al Mulk (thn 1067); pelopor pendiri universitas modern pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah (ditiru sistemnya oleh Oxford Univ. Inggris).
6. Al Ghazali (wafat thn 1111); pelopor pembuat klasifikasi fungsi sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya mengarah timbulnya berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam, ahli tasawuf.
7. Al Khindi (wafat thn 866); ahli/ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
8. Al Farabi (wafat thn 950); ahli musik dan filsafat Yunani, (salah satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas Aquinas).
9. Ibnu Sina (wafat thn 1037) dikenal oleh barat dengan nama Aveciena; ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, Diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
10. Ibnu Rusydi (wafat thn 1198) dikenal oleh barat dengan nama Averusy; ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
11. Fakhruddin Razi (wafat thn 1290); ahli matematika, ahli fisika, tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern.
12. Ibnu Khaldun (wafat thn 1406); sejarahwan, pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiologi.

(selengkapnya lihat artikel berjudul "ilmuwan muslim" di blog ini)

jadi, bagaimana? apakah kita masih beranggapan Islam anti kemajuan? Tidakkah dengan jumlah ilmuwan yang jauh melebihi ilmuwan barat bahkan pada saat peradaban barat mengalami *renaissance", menunjukkan bahwa Islamlah cahaya yang membawa kemajuan di dunia ini, menjadi sebuah cahaya yang terang benderang, menerangi dunia ini sampai sudut yang terjauh sekalipun. afalaa tatafakkaruun?
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 16:05
Labels: ,

Kata pengetahuan adalah kosa kata bahasa Indonesia dan kata dasar tahu, atau kata dasar jadian mengetahui. Kata teknologi diambil dan kata Inggris technology yang diambil dari kosa kata bahasa latin teknos dan logos. Teknologi kurang Iebih berarti ilmu tentang teknik, sementara teknik berarti seni membuat atau meningkatkan nilai tambah atas proses atau barang.




Adapun IPTEK merupakan akronim (singkatan) gado-gado dan kata ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata ilmu berasal dan kosa kata al-Qur’an ‘ilm, jamaknya ‘ulum. Dad kata ini dapat diturunkan kata ‘aliim yang berarti orang yang berilmu dan kata ‘ulama, yaitu kumpulan para ‘aliim. Kata alam juga berasal dan akar kata yang sama. Sesuai dengan pernyataan Al-Qur’an, ilmu merupakan rangkaian informasi dari Allah -‘allama al qur’an, ‘allamahu al bayan (QS : Ar-Rahman 2, 4)-yang juga mencakup informasi astronomi dan biologi -Wa syamsu wa al qamaru bihusban, wa an najmu Wa as syajaru yasjudan (QS Ar-Rahman5-6), dst.-.

Manusia dilahirkan tanpa mengetahui apapun -Ia ta’lamuuna syai-an. Ia datang ke dunia sebagai makhluk asing, atau lebih tepatnya buta pengetahuan. Panca inderanya menangkap gejala-gejala alam, namun tanpa pengetahuan, gejala tadi tidak dapat dipahaminya. Seakan-akan, gejala alam yang hadir didepannya hanyalah sebuah mosaik tanpa makna, bagaikan batu bata berserakan tanpa guna.

Ibunya-lah yang pertama memberi pelajaran. Adapun Adam, sebagai makhluk sosiologis (berbudaya) yang pertama, diajar langsung oleh Allah swt. Perhatikan Wa ‘allama aadama aI asmaa’a kullaha- yang memperkenalkan nama-nama benda di sekitarnya. Nama-nama itu merupakan konsep primitif yang mengabstraksikan benda-benda dan terekam (melalui bunyi ataupun tulisan) dalam ingatan. Dengan nama-nama itu, manusia mampu mengasosiasikan benda dengan gagasan yang ada dalam ingatannya. Inilah potensi utama manusia -wa ja’ala lakum as sam’a wa al abshar wa al af-idah- supaya kita syukuri - la’allakum tasykuruun.

Konsep berikutnya adalah susunan nama, tepatnya susunan kata, yang biasa disebut frasa. Konsep berikutnya yang lebih kompleks disebut, berturut-turut, kalimat, paragraf, bab, buku, dan akhirnya seluruh khasanah pengetahuan. Khasanah pengetahuan itu berarti juga bahasanya. Khasanah pengetahuan yang tersusun secara sistematik disebut ilmu. Demikianlah ilmu sebagai kumpulan kalimat-kalimat yang mengandung pengertian-pengertian tertentu (ini berarti pula bahwa penguasaan bahasa merupakan prasyarat bagi pengembangan ilmu).

Susunan pengetahuan ini kemudian membentuk kesadaran manusia. Susunan pengetahuan yang keliru akan menyesatkan kesadaran manusia, sehingga manusia tidak tahu diri, menyalahgunakan diri dan lingkungannya, dan gilirannya mengembangkan potensi pengrusakan di atas permukaan bumi ini. Sebaliknya, dengan ilmu itu manusia tidak lagi merasa terlalu asing dengan alam di sekitarnya, Ia mulai -sediklt demi sedikit- mengenalinya dan mengembangkan budayanya.

Susunan pengetahuan manusia sebagaimana tersirat dalam khasanah ilmu pengetahuan umat manusia, sesungguhnya dapat dikelompokkan berdasarkan pijakan epistemologl ilmu pengetahuan (cara memperoleh pengetahuan). Hal mi disebabkan karena pijakan epistemologi menentukan kesahihan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Sepanjang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, telah tenjadi pergeseran epistimologi yang ditandai oleh, diantaranya, pergeseran pengertian ilmu. Saat ini, pengertian ilmu didefinisikan secara berbeda oIeh sains kontemporer dari apa yang telah dinyatakan oleh al-Qur’an. Sains kontemporer mendefinisikan ilmu sebagai organized body of knowledge supported by facts, organisasi pengetahuan yang disusun atas dasar fakta: rasional & empiris. Ini berarti bahwa ilmu dipahami sebagai hasih karya manusia semata­-mata. Pergeseran ini tenjadi karena perubahan paradigma (atau grand theory) yang menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.


PERKEMBANGAN IPTEK & KELAHIRAN SEKULARISME
Pengembangan iptek dapat dipahami dengan memperhatikan apa yang selama inii oleh masyarakat ilmiah disebut sebagai rnetode ilmiah. Metode ilmiah hanya berlaku untuk masa normal -menurut Tho­mas Kuhn-. Masa normal ditandai oleh kemapanan paradigma, atau grand theory tertentu. Hingga pada saat itu (selama masa normal), semua gejala alam dapat dijelaskan -atau akan terpecahkan kemudian oleh sebuah teori- dengan merujuk pada grand theory tersebut. Artinya, grand theory tersebut menjadi asumsi dasar bagi teori-teori tadi.

Kemapanan paradigma ini berakhir pada saat grand theory ini tidak dapat lagi menjelaskan gejala­ -gejala baru secara memuaskan. Selanjutnya timbul masa krisis. Masa krisis ini berakhir saat ditemukannya grand theory atau paradigma baru yang dapat menjelaskan gejala tadi secara lebih memuaskan. Ini disebut sebagai pergeseran paradigma. Contoh klasik pergeseran paradigma ini terjadi pada mekanika newtonian yang digantikan oleh mekanika kuantum (einsteinian). Pergeseran paradigma ini oleh Kuhn dianggap sebagai sebuah revolusi. Melalui cara inilah iptek modern berkembang. Kelemahan mendasar pada iptek modern adalah ketidaktuntasan khasanah ilmu yang dipakainya dan metode atau cara mendapatkan pengetahuannya. Khasanah ilmu sebagai karya urnat manusia dikembangkan oleh berbagai bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda dalarn kurun waktu yang berbeda pula. Perkembangan iptek memiliki sejarah tersendiri. Perkembangan iptek terpenting terjadi saat umat Islam menjadi ujung tombak peradaban manusia, merentang sejak sekitar abad VII sampai kurang lebihabad ke XIV (selama 700 tahun). Pada saat itu Qur’an menjadi bagian penting khasanah ilmu umat manusia. Pada saat keruntuhan peradaban Islam yang kemudian diikuti oleh zaman Renaissance, Qur’an tidak lagi diakui sebagai bagian khasanah ilmu umat manusia.

Kemudian, iptek berkembang di Eropa dengan semangat anti gereja, dikembangkan secara naturalistik aristotelian. Ilmu didefinsikan sebagai pengetahuan hasil karya manusia semata-mata. Hal mi memuncak dengan berkembangnya aliran pemikiran eksistesialisme yang memproklamirkan kematian Tuhan dan kelahiran manusia superman yang tahu segala-galanya. Ini merupakan sebagian penjelasan atas terjadinya kehancuran ekosistem kita dewasa mi, yaitu eksploitasi alam oleh manusia-manusia yang menganggap dirinya super.

Akibat proklamasi kematian Tuhan ini, manusia merasa menjadi satu-satunya subyek yang dapat memperlakukan alam sepenuhnya sebagai obyek. Pengetahuan manusia modern -baca Barat- tentang alam berkembang sangat pesat, sementara pengetahuannya tentang Tuhan menjadi sangat sedikit.
Sayang sekali, kemunduran dunia Islam diikutl oleh timbulnya cara berpikir idealisme platonian. Berbeda dengan Barat, pengetahuan ummat Islam tentang Tuhan menjadi berlebihan, sementara pengetahuannya tentang alam menjadi sedikit sekali. Pada gilirannya memicu suburnya khurofat, tahayul dst.

Dengan dua cara benpikir itulah, umat manusia mengalami sekulerisasi, yaitu pemisahan antara dunla dan akhirat, ilmu umum dan ilmu agama, dsb. Cara pandang naturalistik telah menjerumuskan manusia kepada penghambaan terhadap benda (materialisme), sementara cara pandang idealisme telah menjerumuskan rnanusia pada penghambaan terhadap sesama manusia -paus, kyai, pendeta dan penguasa­.


Keunggulan teknologi sebagai parameter kejayaan

Harus diakui dengan jujur bahwa sekarang ini dunia Islam tertinggal sangat jauh dalam aspek teknologi khususnya. Semua teknologi yang kita gunakan sekarang ini kalau yang canggih kemungkinan besar dan hampir pasti bukanlah karya dari umat islam sendiri. Umat hanya sebagai konsumen saja dengan produsen (barat) yang sangat kikir ketika diajak dalam hal transfer (kemampuan) teknologi. Bahkan karena sangat jauh tertnggal tersebut seolah-lah sudah tidak mungkin kita kejar lagi. Hasil survey menunjukan bahwa jika seluruh karya ilmiah muslim seluruh dunia disatukan dan dibandingkan dengan karya dari sebuah negara kecil (Israel) maka masih belum bisa menyamai dari sisi kuantitasnya.

Lantas apakah kita harus berputus asa ? Tidak, putus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Kita tentu masih ingat ketika islam mencapai kejayaan dalam sains dan teknologi, ketika itu dunia eropa berada dalam masa kegelapan. Mungkin ketika itu, suasana yang sama meliputi bangsa eropa seperti kita sekarang ini, mungkinkah mengejar atau sedikitnya menyamai teknologi negara Islam ? Dan, semuanya mulai terjawab dengan periode baru perkembangan barat yang dikenal dengan nama Era Renaisance, Era Pencerahan. Era tersebut merupakan babak baru perkembangan seluruh aspek kehidupan masyarakat barat dan teknologi merupakan salah satu karya besarnya. Tentunya timbul sebuah pertanyaan besar yang harus segera kita jawab dan tindak lanjuti. Bisakah kita mencapai kembali jaman kejayaan Islam, Renaisance Islam, Moslem enlightment.



Sejarah yang harus diulang

Roger Geraudy, sorang cendikiawan Perancis yang jatuh cinta kepada Islam dalam sebuah buku “ Panji-Panji Islam” dengan penuh antusiasme dia mengatakan bahwa selama berabad-abad yang lalu dunia barat hanya bisa membanggakan satu orang jenius dalam bidang intelektual yang memiliki multidisiplin, Leonardo de Vinci. Namun dalam islam terdapat begitu banyak orang yang jenius universal dari Al Kindi sampai Ar Razi, dari Al Bairuni sampai Ibnu Sina dan begitu banyak lagi para jenius yang telah merubah wajah dunia modern.

Dalam bidang matematika, kita berjumpa dengan Al Khowarizmi yang berhasil menyempurnakan perhitungan sistimatik dalam bentuk desimal, alogaritma (Al Khowarizmi). Beliau pelopor paling jenius dalam bidang hitung menghitung, pendiri ilmu aljabar (kata aljabar diambil dad buku karangannya yang sangat terkenal sampai saat in. Ibn Tsabit bin Qouroh pada abad IX menciptakan hitungan integral dan meng­hubungkan antara geometri dengan aljabar. Al Biruni, Abul Wafa menernukan teori tentang sinus cosinus dan menciptakan secante, beberapa abad sebelum Copernicus.

Dalam bidang astronomi, dunia Barat pada waktu itu hanya mengenal satu nama Ptolerneus. Padahal dunia Islam menampilkan jagoan astronomi yang super jenial, yaitu Al Battani yang mampu menghitung enklinasi ekliptik sampai 23 derajat 35 detik.

Pada abad XIII didirikan observatorium Maragha dan direkturnya adalah seorang ahli matematik dan astronorn paling brilian yaitu Nasruddin At Toussi (120 1-1274).

Pencatatan basil pengembaraan (atau boleh dibilang karya jurnalistik), dunia Barat hanya mengenal Marcopolo. Padahal tiga abad sebelum Marcopolo rnengenal Cina, pe­dagang Arab yang bernama Sulaiman telah singgah di Canton dan disusul oleh Ibnu Batuttah. Dalam bidang geografi, peta bumi yang paling mendekati kenyataan ditemukan oleh orang Islam, seperti misalnya penemuan Idnisi yang telah mernbuat buku karangan “Kitah Raja Roger” dimana dalam buku tersebut di lengkapi dengan peta peta geografi dunia yang tingkat presisi­nya sangat tinggi.

Dalam Ilmu Kelautan kita berjumpa dengan Ibnu Madjid yang menulis buku: “Prinsip-Prinsip Pelayaran dan Aturannya “. Dan ia diberi gelar Singa Prahara karena berhasil menjadi penunjuk jalan armada Portugis yang dipimpin Vasco de Gama, yang berlayar dan Melende di pantai Afrika ke Calcutta pada tahun 1498. Vasco de Gama sendiri mengakui bahwa Ibnu Madjid adalah aset yang sangat berharga dalam ilmu kelautan khususnya dalam bidang oceanografi.

Dalam dunia kedokteran, dunia Barat justru sangat me­ngenaskan. Prestasi dalam bidang kedokteran dunia Barat pada abad tersebut, boleh dibilang nihil. Dikarenakan ajaran dan kekuasaan Gereja yang menghalangi perkembangan ilmu (masih ingat peristiwa pengucilan Galileo Galilei, Copernicus, dan lain-lain).

Pada tahun 1215, dalam Konsili Latran, Paus Innocent II membuat perintah untuk mengancarn para tabib yang mengobati orang sakit, dikarenakan orang sakit itu adalah para pendosa besar!

Karena Mental seperti ini, Fakultas Kedokteran di Paris pada waktu itu hanya mempunyai satu naskah ringkasan ilmu kedokteran. Itupun dijiplak dari hasil karya Ar Razi dan Ibnu Sina. Pantaslah, sebagai tanda tenima kasih kepada dua ihnuwan Muslim ini, di muka amphitheatre di jalan Saint Peres, Universitas Sorbone Paris, dibuatkan patungnya sebagai tanda kehormatan dan rasa berhutang dunia Barat Kristen terhadap dua tokoh Islam tersebut.

Ibnu Sina, Ar Razi adalah cendikiawan Islam. yang sangat jenius dan rnempunyai keahlian beragam serta univer­sal. Ia adalah dokter, ahli fisika, ahli theologi dan penyair. Begitu juga Ibnu Haitam (di Baral dipanggil Al Hazen) adalah jenius Muslim yang mernbuka rnata ilrnu kedokteran dengan penernuan-penemuannya, khususnya di bidang optik sebagai awal dari ekperimental sains. Roger Baccon tidak segan-segan menjiplak buku Al Hazen sebagaimana di dalarn bukunya bagian ke-5 Opus Majus, dia akui keunggulan lbnu Haitam.

Pada tahun 1000 seorang dokter ahli mata di Bagdad, Al Maswili dapat menyembuhkan katarak dengan cara menyedot cairan dengan alat jarum yang bolong. Padahal operasi semacam ini baru dapat dilakukan dunia Barat, delapan ratus tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1864 oleh Dr. Blanchet.

Ibnu Nafis menemukan sirkulasi darah, empat ratus tahun sebelum Harvey dan tiga ratus tahun sebelum Michel Servet. Ahli bedah di Andalusia, Aboul Qosim menyelidiki TBC tulang punggung, tujuh abad sebelum dilakukan oleh Percivall Pott (1713-1788).

Jangan ditanya soal koleksi buku ilmiah. Kha!ifah Al Makmun adalah raja yang menjadi pe!opor didinikannya perpustakaan dan untuk pertama kalinya di dunia, dia buat per­pustakaan dengan koleksi satu juta buku di dalam perpustakaan yang disebut namanya oleh beliau sebagai Baitul Hikmah.

Dunia Barat rnernang harus berterima kasih kepada Islam, karena mereka baru menemukan ilmu modern dan rnemasuki dunia pencerahan dan pembebasan kejumudan berpikir setelah mereka be!ajar di Universitas Castilia, Cordova Andalusia (Spanyol), kemudian di bawa ke Eropa yang pada waktu itu sedang terlelap dalam selirnut kegelapan yang berat.

Bahkan dapat kita katakan bahwa mustahil budaya modern seperti yang kita lihat sekarang ini tanpa kontribusi awal dan umat Islam. Tengok saja, berapa banyak istilah keilmuan Islam yang sampai saat ini masih dipakai, diantaranya:
1 .Matematika : Zero, Cipher, Algebra, Algoritma dll.
2.Kirnia : Chemistry, Alcohol, Alkali, Elixir dll.
3.Geografi : Azure, Zenith ,Azimuth , Maluku, Gibraltar, Climate dll.
4.Product : Cotton, Saffron, Sofa, Sherbet, Coffee dll
5.Lain-lain : Cable, Tanif, Karat, Nadir
dan masih banyak lagi istilah keilmuan maupun kernasyarakatan modern yang ditimba atau diambil alih dan zaman kejayaan Islam. Di Indonesia sendiri, kiranya para ahli bahasa dapat tergetar jiwanya karena Islam telah membrikan begitu banyak nama dan istilah kepada bangsa Indonesia, diantaranya : Adab, Daulat, Adil, Musyawarah, Wakil, Mufakat, Rakyat, dan lain-lain.

Teknologi yang perlu dikuasai

Kondisi yang tentunya kita inginkan adalah menjadi pemimpin dalam setiap bidang teknologi. Namun, tentunya kita harus menyadari kemampuan kita saat ini. Diperlukan strategi yang telah dipikirkan masak-masak untuk mengubah posisi dari tertinggal menjadi menyamai sabagai tahap awal untuk mencapai tahapan mengungguli. Tentunya kita harus menentukan bidang-bidang dimana kita bisa mengungguli negara-negara barat, dibidang mana kita cukup mengikuti perkembangannya (untuk sementara), dibidang mana kita bisa menjadi leader dengan tidak begitu sulit. Teknologi tidak hanya elektronika, komputer, telekomunikasi. Cakupan teknologi adalah sangat luas. Setidaknya sebagaimana yang ada di ITS. Ilustrasi termudah adalah sebagaimana disebutkan sebelumnya. Ada kedokteran, astronomi, fisika, geografi, dan lain sebagainya.

Teknologi strategis saat ini

Tentunya ada bidang-bidang yang memiliki posisi strategis terkait dengan kebutuhan saat ini dan beberapa tahun, bahkan puluh tahun mendatang. Dimana kita mau/tidak mau, suka/tidak suka harus turun lapangan, karena teknologi tersebut merupakan penopang bagi perkembangan bagi bidang-bidang teknologi lainnya atau setidaknya menjadi ‘kunci’ dari kemajuan/kehancuran bidang-bidang yang lainnya. Teknologi tersebut disini disebut sebagai teknologi strategis. Teknologi yang terkait dengan media massa seperti telekomunikasi dan teknologi informasi mempunyai peranan yang sangat strategis. Dalam bidang-bidang ini kita tidak terlau ketinggalan, namun untuk masalah hardware-nya (mikro prosesor, IC) kita benar-benar ketinggalan. Selain itu, teknologi yang terkait dengan persenjataan dan pertahanan keamanan baik dari yang konvensional hingga yang bersinggungan dengan teknologi atom (nuklir) memiliki posisi yang benar-benar strategis. Namun harus kita sadari juga bahwa tidak mudah untuk terjun di dalamnya, dan bukan berarti kita harus meninggalkan bidang kita yang sekarang untuk ramai-ramai terjun ke bidang teknologi strategis.

Tentu masih segar dalam ingatan kita ketika secara ‘tiba-tiba’ Pakistan memproklamirkan kekuatan militernya yang didukung oleh kekuatan rudal berhulu ledak nuklir, semua negara besar secara tiba-tiba memasang mata, telinga, dan seluruh indera lainnya ke negara (Islam) kecil itu. Suatu prestasi luar biasa.


PENGEMBANGAN IPTEK DALAM KONTEKS AMAL ISLAMI

Mahasiswa (muslim) sebagai penghuni institusi pendidikan tingkat tinggi mempunyai peranan yang strategis dalam setiap usaha mengembalikan kejayaan islam. Oleh karenanya, adalah suatu kewajiban bagi setiap insan mahasiswa muslim segera menyadari tanggung jawab besar yang diembannya. Tentunya sesuai dengan bidangnya masing-masing, sesuai dengan bakat/kempuan yang dimilikinya. Bukankah setiap tindakan/perbuatan/usaha yang dilakukan dengan niatan sebagai wujud dari pengabdian kepada Sang Khalik sesuai dengan petunjukknya merupakan bentuk amal islami/ibadah ?
Setiap kesibukan kita memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah dirasakan sebagai tugas mulia sehingga setiap langkah kita usahakan adalah langkah terbaik. Kita melakukan setiap tugas dengan seoptimal mungkin. Tentunya-sekali lagi-sesuai dengan kempuan kita masing-masing. Allah tidak akan memberikan beban yang melebihi kemampuan hambanya ( akhir Surat Al-Baqarah).

Hanya dengan kerja keras dan mujahadah kejayaan (izzah) kaum muslimin dapat bangkit kembali.

Petiklah hikmah perístiwa sejarah ini di abad kedua Hijriyah. Adalah Pangeran Retfeil dari Sajistan membangkang untuk membayar al-kharaj (sejenis pajak kepala) kepada para petugas yang dikinim oleh dinasti Ummayyah. Akibat pembangkangan itu, Dinasti Umayyahpun menyerbu wilayah itu, namun sang pangeran belum berhasil ditundukkan. Kemudian pada masa pemerintahan Yazid bin Abdul Malik, sekali lagi dinasti Umayyah ini mengirimkan delegasinya untuk meminta agar pangeran tersebut bersedia membayar al-kharaj. Dan ketika delegasi itu telah menghadap, pangeran itu bertanya kepadanya:
"Di mana orang-orang yang dulu pernah menaklukan kami? Mereka adalah orang-orang yang kempes perutnya karena lapar, memakai terombah usang dengan tanda di dahi bekas sujud?"

"Mereka telah tiada", jawab delegasi itu.

“Anda sekalian memang jauh lebih gagah dibandingkan mereka, tetapi mereka jauh lebíh memenuhi janji ketimbang anda, dan jauh lebih hebat".

Sejarah mencatat bahwa pangeran ini tetap mernbangkang membayar al-kharaj dan dia tak pernah tunduk barang sekejap pun kepada pemerintahan Islam sepanjang masa pemenintahannya.

Dalam kisah yang lain, setelah balatara Islam tiba di Iembah Yordan dan pasukan Abu 'Ubaidah tiba di Fahl, penduduk Nasrani di negeri itu menulis surat kepada tentara muslim, mengatakan "Hai kaum muslimin, kalian lebih kami sukai dari pada orang-orang Romawi kendatipun mereka itu seagama dengan kami. Kalian lebih jujur terhadap karni dan kalian lebih ramah, tidak zalim kepada kami dan lebih baik memberi perlindungan kepada kami. Mereka (orang-orang Romawi) merusak urusan kami dan merampas rumah-rumah kami". Penduduk Aleppo rnenutup pintu gerbang kota mereka untuk menahan masuknya pasukan Henaclius dan memberitahu kaum muslimin bahwa perlindungan dan keadilannya lebih mereka sukai darí pada kezaliman dan kesewenang-wenangan orang-onang Romawi.

Demikianlah perasaan penduduk negeri-negeri Syam dalam menghadapi peperangan yang berkobar dan tahun 633 hingga tahun 639 M, yaitu peperangan dimana pasukan muslim berhasil mengusir balatentara Romawi dari negeri-negeri itu secara berangsur-angsur.

Dua klsah di atas adalah cuplikan kecil dari serangkaian peristiwa besar dalam sejarah Islam. Retfiel adalah seorang yang memusuhi Islam dan musuh kaum Muslimin, bendasarkan pengamatannya dan yang ía alami telah mengemukakan kalimat yang sangat tepat dalam menggambarkan hakekat kekuatan Islam. Pangeran ini menjelaskan bahwa hakekat kekuatan utama bukan semata-mata terletak pada besarnya angkatan bersenjata dan canggih teknologi perang atau pengerahan personal secara besan-besaran, tetapi utamanya terletak pada kekuatan ruhiah dan ketinggian akhlak dan konsistensi mereka kepada ajaran al Islam.

Kekuatan inilah tidak hanya telah mampu mendobrak pintu dunia tanpa sarana material yang hebat tetapi juga telah dapat merebut hati dan orang-orang yang mendiami wilayah yang sangat Iuas. Kekuatan ini telah sirna pada masa dinasti Umayyah, sebaliknya pada masa sebelumnya balatentara muslim dibawah pimpinan Abu Ubaidah penuh vitalitas dengan kekuatan ruhiah dan akhlak yang mulia. Sementara apa penghujung abad 20 lalu kita menyaksikan negara adi daya Uni Soviet yang memiliki teknologi canggih luar angkasa terkemuka di dunia ambruk berkeping-keping, justru dari kekuatan lnternal-nya sendiri.

Ini berarti tugas kita untuk belajar dan pengembangan IPTEK sebagai wasail al hayah haruslah tetap berada dalam ajaran al-Qur'an sebagai minhaj al-hayah. Dengan semangat demikian, seorang muslim akan semakin giat dalam belajar, bekenja dan berjuang, sebab sekecil apapun pekerjaan itu ada nilainya tersendiri.


Referensi :
Waheeduddin Khan, “Agama vs Sains Modern”, 1402 H
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 15:15





pada tahun 1969, Uni Soviet mendapatkan informasi bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat telah memilih McDonnell Douglas untuk memproduksi rancangan pesawat tempur eksperimental (yang akan berevolusi menjadi F-15). Untuk menghadapi ancaman masa depan ini, Uni Soviet memulai program PFI (Perspektivnyi Frontovoy Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir") yang direncanakan menghasilkan pesawat yang bisa menyaingi hasil rancangan Amerika Serikat.


Namun, spesifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat-syarat program ini pada satu pesawat saja ternyata terlalu rumit dan mahal. Maka program ini dibagi menjadi dua, yaitu TPFI (Tyazholyi Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir berat") and the LPFI (Legkiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir ringan"). Langkah ini juga mirip apa yang dilakukan Amerika Serikat, dimana Amerika Serikat memulai program "Lightweight Fighter" yang nantinya akan menghasilkan F-16. Sukhoi OKB diberikan program TPFI.


tapi program itu tidak langsung menjadi Su-27, melainkan sebuah pesawat sayap delta T-10, yang kemudian dikembangkan menjadi T-10 S. namun keduanya tidak terlalu sukses, keduanya jatuh dalam penerbangan percobaan. versi Su 27 dan Su 27s baru digunakan oleh AU Soviet pada tahun 1984, tetapi baru dipakai menyeluruh tahun 1986, karena sempat terhambat oleh masalah produksi. Pesawat ini dipakai oleh Pertahanan Anti Udara Soviet (Voyska PVO) dan Angkatan Udara Soviet (VVS). Pemakaiannya di V-PVO adalah sebagai interseptor, menggantikan Sukhoi Su-15 and Tupolev Tu-28. Dan pemakaiannya di VVS lebih difokuskan kepada interdiksi udara, dengan tugas menyerang pesawat bahan bakar dan AWACS, yang dianggap sebagai aset penting angkatan udara NATO.


Su-27 adalah pesawat operasional pertama Uni Soviet yang menggunakan sistem kontrol penerbangan fly by wire , dikembangkan berdasarkan pengalaman Sukhoi OKB pada proyek Pengebom Sukhoi T-4. Sistem ini dikombinasi dengan beban saya yang relatif rendah dan kontrol penerbangan dasar yang kuat , maka menghasilkan pesawat yang luar biasa lincah, tetap mudah dikontrol walaupun pada kecepatan sanagat rendah dan susut serang tinggi. Pada pameran dirgantara , pesawat ini mampu mendemonstrasikan kemampuan manuvernya dengan aksi "patukan kobra" (Cobra Pugachev) atau pengereman dinamis - mempertahankan level penerbangan pada sudut serang 120°. Pengarah semburan jet juga sudah di uji coba dan sudah diterapkan pada model-model akhir yaitu Su-30MKI dan Su-37, memungkinkan pesawat untuk berbalik tajam dengan radius putar hampir nol, menggunakan teknik somersault vertikal ke gerakan pelurusan kembali dan mengambang terbatas dengan hidung pesawat menghadap keatas.


Versi laut dari Flanker (lebih dikenal dengan nama Su-33), menggunakan kanard untuk daya angkat tambahan, mengurangi jarak lepas landas (sangat penting untuk kapal yang beroperasi dari kapal induk tanpa sistem ketapel , Admiral Kuznetsov ). Kanard ini juga digunakan pada beberapa Su-30, Su-35, dan Su-37.



Karakteristik Pesawat:
Tipe : Pesawat tempur superioritas udara (Su-27 Flanker-B)

Produsen : Sukhoi

Pertama terbang : 20 Mei 1977

Diperkenalkan : Desember 1984

Status : aktif

Pemakai : Rusia, Aljazair, Angola, Belarusia, China, Eritrea, Ethiopia, India, Indonesia, Kazakhstan, Malaysia, Ukraina, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam

Jumlah dibuat : 680

Harga satuan : US$35 juta

Varian : Su-30, Su-33, Su-34, Su-35, Su-37, J-11(versi buatan RRC)
Kru: Satu

Panjang: 21,9 m (72 ft)

Lebar sayap: 14,7 m (48 ft 3 in)

Leading edge sweep: 42°)

Tinggi: 5,93 m (19 ft 6 in)

Area sayap: 62 m² (667 ft²)

Berat kosong: 16.380 kg (36.100 lb)

Berat terisi: 23.000 kg (50.690 lb)

Berat maksimum lepas landas: 33.000 kg (62.400 lb)

Mesin: 2× Lyulka AL-31F turbofan, 122,8 kN (27.600 lbf) masing-masing


Performa

Kecepatan maksimum: 2.500 km/jam (1.550 mph Mach 2.35)

Jarak jangkau: 1.340 km pada ketinggian air laut, 3.530 km pada ketinggian tinggi (800 mi pada ketinggian air laut, 2070 mi pada ketinggian tinggi)

Atap servis: 18.500 m (60.700 ft)

Tingkat panjat: 325 m/s (64.000 ft/min)

Beban sayap: 371 kg/m² (76 lb/ft²')

Dorongan/berat: 1,085

Persenjataan1 x meriam GSh-30-1 30 mm, 150 butir peluru 8.000 kg (17.600 lb) pada 10 titik eksternal 6 R-27, 4 R-73

Su-27 SM dapat menggunakan R-77 menggantikan R-27

Su-27 IB dapat menggunakan peluru kendali anti-radiasi X-31, peluru kendali udara ke darat X-29L/T, serta bom KAB-150 dan UAB-500.



sementara itu, Indonesia juga telah memiliki sejumlah pesawat tempur tangguh ini. sebanyak 6 unit yang terdiri dari type Su-27SK berpenumpang tunggal dan dua Su-30MK berpenumpang ganda kini disiagakan di Pangkalan Udara Hasanuddin, Makassar. namun sayang, karena penggunaan pesawat tempur ini masih kurang maksimal. hal ini selain dikarenakan masih sedikitnya jumlah pesawat dan belum dipersenjatai. selain itu juga terhambat oleh sistem avionik Indonesia yang masih menggunakan radar buatan Pak Lik Sam, yang notabene telah diset untuk secara otomatis melacak dan mengunci pesawat2 buatan blok timur. dengan begitu, jika sukhoi itu diterbangkan, maka akan terbaca sebagai pesawat musuh, sehingga dikhawatirkan akan tertembak oleh teman sendiri.


untuk mengatasinya, maka harus mengeset ulang sistem avionik tersebut. namun ini juga bukan perkara gampang, karena radar indonesia jumlahnya tidak sedikit dan harganya lumayan mahal juga sih. sehingga akan memakan biaya yang tidak sedikit untuk mengganti sistem avioniknya saja. belum termasuk sarana dan prasarana pendukungnya.


mungkin, akan lebih bagus lagi kalau Indonesia bisa membuat sendiri pesawat tempur, radar, amunisi, dan semua alutsista ( alat utama sistem senjata) yang dibutuhkan. waduh, maunya...


dengan begitu, kita tidak perlu kalang kabut kalau diembargo sama Pak Lik Sam lagi. betul ga? ^_^
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 10:42

1. Pendahuluan
Wala’ adalah cinta dan mengikuti kalimat Allah, manakala bara’ adalah kebencian tau menolak selain Allah. Keduanya tumbuh di dalam mengamalkan kalimat laa ilaha illallah. Syarat-syarat diterimanya laa ilaha illallah adalah mengucapkan, memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat syahadatain merupakan pintu gerbang menuju Islam. Kalimat tersebut terdiri dari dua persaksian. Pertama adalah persaksian kepada Allah. Kedua adalah persaksian kepada Rasulullah Muhammad SAW. Seseorang yang sekedar mengucapkan laa ilaha illallah dan menghafalnya bukan berarti ia telah mengamalkan isi kalimat tersebut, bahkan ia dapat tergelincir pada jalan yang salah.

Sedangkan syarat-syarat diterima kalimat ini adalah:
§ mengerti maksud kalimat
§ meyakini intisari kalimat hingga tidak ada keraguan sedikitpun
§ sanggup menerima konsekuensi baik dengan hati maupun lisan
§ menundukkan diri terhadap kandungan kalimat
§ selaras antara ucapan, perbuatan dan hati
§ mengucapkannya dengan ikhlas
§ mencintai kalimat ini, para pendukungnya dan sekaligus membenci hal-hal yang dapat menggugurkannya.

Wala dan bara adalah bagian dari konsekuensi mamahami laa ilaha illallah. Mencintai Allah tidaklah cukup, harus ada loyalitas sebagai konsekuensi dari cinta tersebut. Loyalitas yang dimaksud adalah bentuk dari pembelaan, pemuliaan, penghormatan terhadap wali-wali Allah dan agama Allah. Pembuktian loyalitas dilakukan seiring dengan penolakan (bara) terhadap thaghut. Kaum kafir Quraisy memahami arti dan maksud kalimat laa ilaha illallah. Karena mereka mengerti dengan kalimat itu, maka mereka enggan untuk menerima dan mengucapkan kalimat syahadat. Mereka mengetahui setelah mengucapkan dan menerima kalimat laa ilaha illallah maka akan ada konsekuensi yang harus mereka terima dimana mereka tidak bisa lagi menjalankan berbagai kebiasaan yang selama ini telah mereka lakukan.

Pengaruh ikrar laa ilaha illallah dalam kehidupan seseorang sangat besar sekali. Pengaruh dari kalimat tauhid bagi muslim adalah akan memiliki pandangan yang luas, menimbulkan kebanggaan dan kebesaran jiwa, melahirkan jiwa rendah hati, menjadikan jalan keselamatan, dijauhkan dari rasa keputusasan, mendidik manusia yang memiliki keteguhan, kesabaran dan tawakal dalam menghadapi berbagai masalah untuk mencari ridha Allah, mendorong hati untuk berani, menimbulkan kepasan jiwa, dan memiliki komitmen dan menjaga syariat Allah.

2. Pengertian Wala’ dan Bara’
§ Beberapa kata yang terkait dengan wala adalah al muwalah, maula, walayah, al wahyu, dan waliy. Al muwalah berarti seseorang yang memberi dukungan kepada satu pihak. Maula memiliki banyak arti, semua berasal dari nushrah (dukungan) dan mahabbah (cinta). Walayah adalah dukungan. Al wahyu adalah kedekatan. Waliy dapat diartikan orang yang mengurus orang lain. Definisi wala menurut istilah adalah pemuliaan, pembelaan, cinta, dukungan, penghormatan, dan bersama-sama orang yang dicintai secara lahir dan batin.
§ Definisi bara menurut bahasa memiliki beberapa arti. Bara’ dan bari’ memiliki kesamaan arti. Seseorang disebut bari’ bila ia terlepas atau bebas. Seseorang juga disebut bari’ bila ia memberi peringatan dan menyampaikan alasan. Definisi bara menurut istilah adalah bebas lepas, jauh dan permusuhan setelah adanya argumentasi dan peringatan.
§ Akar dari walayah adalah cinta dan kedekatan, sedangkan akar permusuhan adalah kebencian dan kejauhan. Wala dan bara berdasarkan cinta dan benci. Wali Allah adalah mereka yang mencintai Allah, mematuhi perintahNya, memusuhi orang yang dimusuhi Allah. Allah membenci musuh-musuhNya dan musuh rasul-rasulNya, maka wali Allah akan membenci musuh-musuh Allah dan musuh nabi-nabi Allah.

3. Contoh Wala dan Bara di Mekah
§ Rasulullah menyampaikan risalah tauhid di rumah Arqam bin Abil Arqam untuk pertama kalinya. Meskipun belum terbentuk pemerintahan, mereka yang sudah masuk Islam memberikan walanya kepada Allah dan Rasulullah SAW. Wahyu Allah yang turun satu persatu semakinmeningkatkan wala dan bara kaum muslimin. Dakwah Rasulullah secara sembunyi-sembunyi dilakukan selama tiga tahun. Kemudian Allah memerintahkan Rasulullah menyampaikan Islam secara terang-terangan setelah sebutan Islam menyebar di Mekah.
§ Menyebarnya Islam dalam masyarakat Mekah telah mengakibatkan semakinmeningkatnya siksaan terhadap kaum muslimin. Kaum muslimin diminta oleh Rasulullah untuk bersabar dan menahan diri. Kaum muslimin mematuhi seruan Rasulullah tersebut. Mereka menerima siksaan tanpa adanya sikap pengecut dalam diri mereka, malinkan karena iman kepada Allah yang sudah tertanam dan kecintaan serta solidaritas diantara kaum muslimin.
§ Periode Mekah lebih menitikberatkan hubungan non perang antara kaum muslimin dengan musuh-musuh mereka. Periode ini menuntut adanya penimbulan citra kesabaran dan ketabahan, penampakan iman yang berkesan agar kaum musyrikin bisa menerima kebenaran.
§ Al-Quran yang turun pada periode Mekah memerintahkan kaum muslimin untuk tetap memelihara hubungan mereka dengan karib kerabatnya yang masih kafir. Namun hal ini tidak berarti kaum muslimin memberikan walanya kepada kaum kafir.
§ Beberapa bentuk wala tersebut diantaranya adalah membuat isolasi perasaan terhadap lingkungan, ikatan dan tradisi jahiliyah, memalingkan diri dari orang kafir, bersabar dan menjauhi orang kafir dengan cara yang baik, menyampaikan dengan tegas kepada orang kafir bahwa agama mereka adalah bathil.
§ Kaum musyrikin yang melihat bahwa mereka yang telah masuk Islam tidak akan bisa kembali lagi kepada kemusyrikan mengajak Rasulullah untuk menyembah berhala mereka selama satu tahun dan merek aakan menyembah sembahan Rasulullah selama satu tahun pula. Allah kemudian menurunkan surat Al Kafirun. Ibnul Qayim menyatakan bahwa surat Al Kafirun adalah surat keberlepasan diri (bara’ah) dari syirik.
§ Rasulullah keluar dalam musim haji dan biasanya mendekati berbagai kabilah Arab yang datang. Pada suatu saat beliau bertemu dengan sejumlah lelaki dari Khazraj. Beliau menawarkan Islam dan membacaka Al-Quran kepada mereka. Merekapun menerima tawaran Nabi dan masuk Islam. Kemudian mereka menyebarkan Islam di tempat asal mereka (Madinah) dan mendapat sambutan luar biasa.
§ Ketika mengomentari pertanyaan dari seorang Anshor tentang pemutusan hubungan mereka dengan Yahudi dan nasib mereka setelah Allah memenangkan RasulNya, Nabi berkata, “Tidak! Akan tetapi darah adalah darah dan kehormatan adalah kehormatan (Saya sehidup semati dengan klaian). Aku dari kalian, dan kalianpun dari aku. Aku akan memerangi orang yang memerangi kalian dan aku akan berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian!”.

4. Contoh Wala dan Bara di Madinah
§ Ketika Nabi sudah hijrah dari Mekah ke Madinah, pekerjaaan yang dilakukan pertama adalah membangun masjid. Setelah itu nabi memepersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshor di rumah Anas Bin Malik. Mereka dipersaudarakan atas dasar saling membahagiakan, mereka saling mewarisi sesudah meninggal tanpa ikatan darah. Namun kemudian Allah berfirman tentang adanya larangan waris kepada ikatan bukan darah.
§ Ikatan antara Muhajirin dan Anshor adalah ikatan yang unik. Mereka saling mencintai satu sama lainnya. Ikatan yang terbentuk disebabkan karena aqidah yang sama.
§ Persaudaraan ini merupakan pilar yang membentuk konsep “umat Islam”. Umat yang didirikan bukan atas dasar nasab, warna kulit, bahasa, tanah, kebangsaan atau hubungan darah, tetapi lebih karena hubungan aqidah. Kaum mukminin saling menjadi wali bagi yang lain. Ukhuwah yang tercipta memebentuk masyarakat Islam dimana terwujud solidaritas sosial.
§ Pada periode Madinah, wala mengalami bentuk lain karena perbedaan kondisi dengan Mekah. Satu diantaranya adalah Piagam Madinah yang berisi aturan kehidupan masyarakat Madinah yang terdiri dari berbagai unsur. Adapun tiga hal penting dari ciri-ciri periode ini adalah: (1)adanya tipudaya ahli kitab terhadap Islam dan peringatan bagi kaum muslimin untuk tidak memberika walanya kepada mereka; (2) timbulnya kemunafikan dan komunitas kaum munafik; (3) penolakan (bara’) terhadap golongan ahli kitab dan kaum munafik sehingga terjadi pemisahan total antara kaum muslimin dengan musuh-musuh mereka.
§ Bara dari kaum musyrikin adalah memerangi mereka, melarang mereka memasuki masjidil haram, adanya larangan menikahi wanita-wanuita musyrikah, larangan bagi kaum muslimin untuk tinggal di lingkungan kaum musyrikin. Hal ini dapat dilihat pada QS 5:68.
§ Bara dari kaum munafik dijelaskan dengan perintah untuk berpaling dan bersikap keras dari mereka. Kemudian dilarangnya kaum muslimin menshalatkan mereka dan berdiri di atasa kuburannya. Sementara alasan mereka meninggalkan jihad tidak bisa diterima sehingga keikutsertaan mereka berikutnya tidak diterima. Disamping itu kaum mukminin diperintahkan untuk memohon ampunan untuk mereka kepada Allah.
§ Pada periode Madinah, kaum muslimin diminta untuk memutuskan hubungan kekerabatan dengan kerabat mereka yang masih kafir, musyrik atau munafik.

5. Implementasi Wala dan Bara
§ Bagaimana kaum salaf mengimplementasikan wala dan bara? Sahabat Rasulullah, Ka’ab Bin Malik bersama kedua temannya tidak mengikuti perang Tabuk. Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk mengisolasi dan memboikot tiga orang tersebut. Pada saat demikian, Ka’ab mendapat tawaran dari Raja Ghassan untuk bergabung dengannya dengan tawaran yang menggiurkan. Namun Ka’ab menolak tawaran tersebut. Wala’ Ka’ab kepada Allah dan Rasul-Nya tetap mengemuka meskipun dikucilkan oleh kaum muslimin. Demikian juga Bara’ yang ditunjukkan Ka’ab dengan menolak ajaran Raja Ghassan.
§ Gambaran wala dan bara di zaman sekarang. Wajah dunia Islam pada hari ini menunjukkan kehinaan dan kerendahan di mata kaum kafir. Musuh-musuh Islam berhasil melakukan rekayasa sehingga kaum muslimin tidak mampu untuk mengamalkan wala dan bara seperti yang pernah dilakukan oleh generasi Islam pendahulu. Musuh-musuh Islam telah memenangkan ghazwul fikri sehingga lahir orang-orang yang berpola pikir sesuai dengan kehendak musuh-musuh Islam.

6. Cara Musuh Menjauhkan Muslim dari Wala dan Bara
§ Musuh-musuh islam melakukan upaya menguasai pendidikan dan pengajaran dalam negeri sehingga mereka dapat merubah kurikulum pendidikan sesuai dengan kehendak mereka. Disamping itu mereka juga melakukan pengiriman pelajar/mahasiswa ke negara-negara kafir untuk mengeluarkan ajaran Islam dari kehidupan kaum muslimin.
§ Orang-orang Arab muslim yang mengeyam pendidikan ala Barat, mengambil kesimpulan bahwa model pendidikan yang dipraktekkan yang bersumber dari lembaga semacam Oxford maupun Cambridge sudah menjadi sebuah jaminan untuk mengembangkan pendidikan yang berkualitas dan tidak melihat Islam sebagai alternatif yang juga tepat bagi berbagai pemikiran dan ilmu. Hal ini dkarenakan mereka sudah memberikan walanya kepada pihak Barat, tempat dimana mereka mengeyam pendidikan.
§ Televisi, koran, majalah, novel, film, radio dan sarana penerangan lainnya memiliki pengaruh yang besar terhadap perubahan mental kaum muslim secara signifikan. Target sarana ini adalah menghapuskan wala kaum muslimin kepada Islam. Media massa telah menyebarkan kekejian, menjadi pemicu masyarakat untuk melakukan dosa dan menjadi contoh tindakan kerusakan serta mampu mengubah aqidah umat.
§ Di sini terjadi gerakan penerjemahan buku-buku karya kaum orientalis maupun yang bukan dan kemudian menyebarkannya kepada umat Islam. Disamping itu ada pula penerjemahan berbagai manuskrip karya orang Islam dimana terdapat banyak kesalahan penerjemahan sehingga yang membacanya akan menerima informasi yang tidak utuh tentang buku tersebut.
§ Di samping itu, tulisan para orientalis yang berusaha memutar fakta ternyata mendapat bantahan dari sesama orientalis pula. Pengaruh tulisan orientalis terhadap muslim yang lemah umatnya berdampak besar. Apalagi bila banyak diantaranya mengajarkan kembali kepada umat Islam. Akibatnya mereka tidak memberikan walanya kepada tempat yang semestinya mereka berikan wala.
§ Aliran ini diantaranya adalah aliran kebangsaan dan nasionalisme, aliran ini menyempitkan wala dan hanya membuat wala hanya dalam ruang kebangsaan. Hal inilah yang membuat bangsa Arab terkotak-kotak setelah sebelumnya menyatu dalam kekhalifahan Utsmani.



Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 14:05

Penelitian Dr. Ahmad Khan Sameer Chouwadhary

Ketika menjejakkan kaki di kantor Dr. Ahmad Khan, perasaan saya berkata, wawancara kali ini bukanlah wawancara biasa. Perasaan ini muncul karena salam penuh semangat Dr. Ahmad Khan. Mata Dr. Khan berbinar-binar. Dia seperti sedang menekan kebahagiaan yang luar biasa. Lelaki di hadapan saya bukanlah Dr. Khan yang dikenal rekannya sebagai pria lembut dan pemalu. Dr. Khan yang ini penuh percaya diri dan tenang.






Saya mulai bertanya-tanya pada diri sendiri apakah saya tidak salah mendengar berita yang membawa saya kepadanya? Dr. Khan menuturkan, dia tidak hanya menemukan bukti tentang pengarang Al Qur’an, namun juga ‘pengarang’ manusia!

Hanya sedikit yang saya ketahui ketika melangkahi pintu lab genetik. Saya tidak mengira, saya akan menemui ilmuwan yang penemuannya akan sehebat Galileo, Newton atau Einsten. Saya pikir saya akan sekedar mewawancarai perkembangan bukunya tentang genetik dan Islam. Saya merancang pertanyaan sekitar moralitas kloning, sedikit sisipan tentang ilmu genetik , dan bagaimana menempatkan genetik dalam perspektif Islam. Bayangan saya berantakan. Saya ternganga. "Anda bercanda, kan?"

"Tidak! Subhanallah! Tidak!" Dia tertawa sangat lebar sembari menyingkirkan tumpukan kertas di mejanya. Saya menoleh pada dinding kantornya. Kalau tidak karena kaligrafi ayat kursi dan foto keluarga, dinding itu kosong. Tidak ada pertanda ruangan ini ditempati lulusan summa cumlaude dari Duke University. Walau dia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya tertumpah hanya untuk Allah dan penelitiannya. Ijasah dan penghargaan, baginya, sekedar sebentuk kertas.

Pertanyaan yang saya siapkan tidak sesuai lagi. Saya mencoba menggali bagaimana sebenarnya penemuan dan apa sesungguhnya yang dia dapatkan.

"Telah beberapa tahun sejak pendidikan doktoral, saya berpikir tentang kemungkinan adanya informasi lain selain konstruksi polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Setelah satu sholat Jum’at, saya mendapatkan gambaran samar. Saat itu imam membaca satu ayat dan saya mengaitkannya dengan DNA."

Dr. Khan bangkit, meraih Al Quran di rak tertingginya. Al Quran itu lecek. Kombinasi yang menarik. Ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Dr. Khan mencium Al Quran dan membuka halaman tertentu.

"Audhu billahi min asy syatan ir-rajiim. Bismillah Ir-Rahma Ir Rahiim. Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wafi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-Haqq…, Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan Kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran."

"Surat apa itu?"

"Fusshilat ayat 53. Kamu mungkin pernah mendengar ilmuwan non muslim bernama Keith Moore?"

"Rasanya. Bisa menyegarkan ingatan saya?"

"Keith Moore ahli embriologi. Setelah membaca Quran, dia melihat kesamaan antara penjelasan Quran dengan ilmu modern. Dari sini, bisa kita simpulkan Quran memberikan bukti kebenaran dalam diri kita. Empat belas abad yang lalu, mikroskopis belum dikenal.

Saya lantas menyadari Quran memiliki beberapa tingkatan arti. Sebagian hanya diketahui Allah.

Ketika mendengar surat itu, saya lihat ‘ayatinaa’, menggunakan kata yang sama maknanya dengan ayat Allah. Dan ‘ayatinaa’ ini ada di dalam diri manusia. Saya mempelajari genetik Saya memperkirakan ayat yang dimaksud ada dalam DNA kita."

"Spekulasi bukan?"

"Pertama kali, ya. Selanjutnya saya memperoleh petunjuk samar. Ada kemungkinan ayat Quran bagian gen manusia. Satu hal yang perlu dicatat, banyak DNA hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut junk DNA atau DNA sampah. Masya Allah, ternyata area itu jauh dari makna sampah. Sebaliknya itu adalah kata dari Allah, Pencipta, tanda kebesaran Allah, bahwa Allah yang memberi nafas kehidupan kita."

"Bagaimana Anda menguji hipotesa Anda dan dengan siapa lagi Anda mendiskusikan ini?"

"Lab Gen mendapatkan proyek dari pemerintah untuk meneliti gen dan kecerdasan. Ketika ide ini muncul, kami sedang berkosentrasi pada area kromosom 19. Saya berdiskusi dengan adik lelaki saya, Imran. Imran ahli analisa sistem. Saya mengajaknya berpikir tentang cara menemukan ayat Qur’an dalam kromosom 19.

Ini pekerjaan sulit. Kami harus menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari kodon melalui sistem perlambangan dan meneliti apakah kombinasi itu menghasilkan ayat Quran.

Januari tanggal 2, pukul 2 pagi lalu kami menemukan ayat yang pertama, alhamdulillah. Audhu billahi min asy syatan ir-rajiim. Bismillah Ir-Rahma Ir Rahiim. Iqra bismi rabbika ladzi khalq. Bacalah dengan nama Tuhan yang menciptakan!"

"Ayat yang juga pertama diturunkan pada Rasulullah SAW?"

"Ya! Saya juga terkejut. Begitu kami menemukan ayat pertama, ayat yang lain muncul satu demi satu secara cepat. Sejauh ini kami telah menemukan 1/10 ayat Quran. Setelah itu tersendat. Kendalanya masih banyak gen yang belum diteliti ilmuwan.

Walaupun kami ingin menyebarkan penemuan kami secepatnya, kami harus meyakinkan kepala kami terpasang dengan benar. Beberapa pekan lalu saya berdiskusi dengan beberapa ahli genetik. Semoga penemuan ini bisa disebarluaskan musim gugur ini.

Saya yakin penemuan ini luar biasa dan saya berani mempertaruhkan karir saya untuk ini. Saya telah membicarakan penemuan saya dengan dua rekan lab saya. Percayalah, ini kali pertama Clive dan Martin (dua rekan kerja) mau berdiskusi tentang agama atau Islam. Saya juga menyurati dua ilmuwan yang selama ini sinis terhadap Islam; Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreismann dari Universitas Berlin. Saya yakin mereka takkan sinis lagi."

"Subhanalah. Bisakah saya melihat ayat yang ditemukan itu?"

Dr. Khan menyodorkan dua halaman kertas. Yang satu dipenuhi huruf T,C,G dan A. Yang lain huruf Arab yang jelas terbaca, bahkan ‘Qaf’ dengan dua titiknya. Saya menanyakan artinya.

"Surat Al Baqarah ayat 6; bagi orang tak beriman, sama saja bagi mereka apakah kamu akan mengingatkan mereka atau tidak; mereka tak akan percaya.Halaman yang satu lagi memuat kombinasi nucleotida. Setiap tiga kode melambangkan satu huruf Arab."

Dr. Khan menarik satu kertas lagi yang memuat huruf A,T,G dan C secara vertikal untuk nucleotida pertama dan horizontal untuk yang kedua dan ketiga. "Bukan asam amino yang kita dapatkan., melainkan dua kode menghasilkan satu huruf Arab. Bahkan ada satu kodon yang melambangkan tanda berhenti ayat. Subhanallah, penemuan ini benar-benar rahmat besar."

"Apakah ada pesan untuk para pembaca?"

"Semoga penerbitan buku saya, ‘Quran dan Genetik’ semakin menyadarkan umat Islam, Islam jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa memisahkan agama dari ilmu, politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari, tak ada gunanya mepertentangkan ilmu dengan agama."

Saya menghirup minuman saya, menatap mata coklat Dr. Khan seksama. Saya yakin, saya insya Allah sedang menatap masa depan umat.. (Muth)
Selengkapnya...

Posted by SHANDY on 11:43

“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah (kepada sesuatu)

selain kepada-Nya, dan kepada kedua orang tua hendaknya (kamu) berbuat baik. “

(QS. Al-Isra’ ;23)

Ø Pengertian
Asal kata :
Al-Birru = seluruh kebaikan
Al-Waalidaan/Al-Waalidain = ibu bapak / kedua orangtua
Secara istilah birrul walidain bermakna berbuat kebaikan kepada kedua orang tua sebanyak-banyaknya.


Ø Mengapa ?
Menurut Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah, ada beberapa alasan kuat yang dapat memotivasi kita untuk senantiasa menjalankan birrul walidain dalam berinteraksi dengan kedua orang tua kita.

Pertama, secara fikri (akal pikiran) kedua orang tua memiliki jasa yang teramat besar atas diri kita. Teringat bagaimana seorang Ibu yang dengan bersusah payah dan kelelahan mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan. Kemudian melahirkan kita dengan perjuangan yang begitu hebat, bahkan bukan mustahil nyawanya sendiri yang dikorbankan demi keselamatan sang anak. Juga, teringat bagaimana Ibu membesarkan kita, menyusui kita di tengah malam, memberikan dekapannya yang hangat dan memberikan jaminan keamanan ketika kita takut, mengasuh kita hingga kanak-kanak, remaja, dan sedewasa ini. Ayahpun tidak jauh berbeda, beliau dengan kerasnya membanting tulang demi tercukupinya kebutuhan kita, seringkali rasa capek, sakit, kepanasan atau kedinginan tak dihiraukan demi anak dan istrinya. Pantaslah jika dikatakan bahwa sebesar apapun perbuatan baik dan kasih sayang kita kepada mereka tidak akan bisa membayar kasih sayang kedua orang tua kepada kita.
Ada sebuah riwayat yang sanadnya berasal dari Zar’ah bin Ibrahim :
“ Sesungguhnya seorang lelaki datang kepada Umar ra, lalu berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai ibu yang sudah tua. Dia tidak menunaikan keperluannya kecuali punggungku menjadi tunggangan. Apakah aku sudah membuatnya ridha dan bisa berpaling darinya? Apakah aku sudah menunaikan kewajibanku kepadanya? Umar menjawab, ”Belum.” Lelaki itu berkata, “Bukankah aku telah membawanya dengan punggungku dan aku telah merelakan hal itu untuknya? Umar menjawab, ”Dia telah melakukannya dan dia telah berharap agar engkau hidup dan tetap berada di pangkuannya. Namun sebaliknya, engkau berharap untuk berpisah dengannya.”
Kali yang lain, Umar bertemu dengan seorang lelaki yang membawa ibunya dengan diikat dipunggungnya dan melakukan thawaf di Baitullah, lalu berkata : “Aku membawa ibuku dan dialah yang membawa diriku diwaktu aku masih kecil. Dialah yang menyusuiku dengan air susunya beberapa kali.” Kemudian Umar berkata, “Seandainya aku bersama ibuku, kemudian aku melakukan apa yang engkau lakukan (terhadap ibumu), maka hal itu lebih aku sukai daripada onta merah.”

Kedua, Allah telah memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada kedua orang tua. Dalam sebuah ayat yang telah disebut diatas (17;23), menurut Abu Bakar Al-Anbari kalimat ‘Al-Qadla’ dalam ayat tersebut tidak berarti mengharuskan, namun bermakna perintah dan kewajiban.
Diantaranya dalam beberapa ayat Allah SWT telah berfirman :
“ Sembahlah Allah dan jangan sekutukan Dia dengan apapun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua … “ (QS. An-Nisa; 36)
“ Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada orang tuanya.” (QS. Al-Ankabut;8)
“ Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuuat baik kepada orang tuanya yang telah mengandungnya dengan bersusah payah. “ (QS. Luqman; 14)

Ketiga, Rasulullah saw yang ma’sum telah menyuruh kita untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua. Beberapa hadits diantaranya :
“ Rasulullah saw berwasiat kepadaku, “Janganlah kamu durhaka kepada kedua orang tuami, sekalipun mereka memerintahkanmu untuk keluar dari keluargamu atau untuk melepaskan hartamu. “ (HR. Ahmad dalam kitab Musnadnya)
Beliau sendiri telah memberi teladan, misalnya ketika ibu susuan beliau yaitu Halimatus Sa’diyah datang kepada beliau maka beliau menyambutnya dengan hangat, dan membentangkan surban beliau untuk tempat duduknya.

Keempat, berbakti kepada keduanya lebih utama dibandingkan jihad dan hijrah. Hal ini terdapat dalam hadits : “Seorang lelaki datang kepada Nabi saw dan meminta izin untuk berjihad. Rasulullah berkata kepadanya, “Apakah kedua orangtuamu masih hidup ? Dia menjawab, “Ya” Rasulullah bersabda, “Berjihadlah kepada keduanya (berbakti kepada mereka). “ (HR. Bukhari)
Hadits lain berbunyi :” Aku bertanya kepada Rasulullah saw, “Amal perbuatan apakah yang paling dicintai oleh Allah SWT?” Rasul menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Rasul menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku berkata lagi, “ Kemudian apa lagi?” Rasul menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi) Hal ini menunjukkan keutamaan kedudukan birrul walidain. Bahkan jumhur ulama’ menyebutkan haram berjihad jika kedua orang tua (ataupun salah seorang dari mereka) melarang, tentu saja jika mereka sama-sama muslim.

Kelima, salah satu buah dari birrul walidain adalah sebuah hadits Rasulullah saw yang berbunyi : “Barangsiapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya, maka berbahagialah dia dan Allah akan menambah umurnya.” (HR. Al-Hakim)
Ø Kewajiban Anak Kepada Orang Tua
1. Berbuat baik kepada kedua orang tua (4;36, 31;14), meskipun mereka non muslim
2. Mendoakan mereka (17;23-24)
3. Mengatakan yang baik-baik kepada mereka & tentang mereka (17;23-24)
4. Tidak membangkang perintah/keinginan mereka (selama tidak melanggar syariat)
5. Merendah dihadapan mereka (17;23-24)
Kisah menarik disuguhkan oleh Imam Hanafi yang konon sangat patuh kepada sang ibunda. Namun dalam hal fatwa, sang ibunda tidak mau mendengarkan/tidak mempercayai fatwa tersebut jika didengar langsung dari anaknya. Maka tak ayal, ketika sang Ibu bertanya tentang sesuatu kepada Imam Hanafi, dan dijawab oleh sang Imam namun tidak memuaskan hati sang ibu, bahkan sang ibu menyuruh Imam Hanafi untuk menanyakan tentang hal itu kepada seorang Syaikh. Imam Hanafi pun pergi menjumpai Syaikh yang dimaksud, setelah diutarakannya maksudnya, sang Syaikh bingung. Sebab ia merasa Imam Hanafi dapat memberikan jawaban yang lebih tepat dibandingkan dia. Maka Imam Hanafipun memberitahu sang Syaikh fatwa darinya, dengan pesan sponsor untuk tidak memberitahukan hal ini kepada ibunya. So, jadilah Ibunda Imam Hanafi mengetahui jawaban masalahnya melalui Syaikh bukan melalui anaknya sendiri, yang notabene lebih faqih/faham.
6. Mengajak mereka kepada kebenaran dengan cara yang baik/ahsan
7. Mengorbankan harta demi kemaslahatan mereka Al-Hasan ditanya oleh seseorang tentang berbakti kepada orang tua, lalu ia berkata, “Hendaklah kamu korbankan apa yang kamu miliki dan menaati mereka selama bukan maksiat. “
8. Berbuat baik terhadap teman-teman mereka Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berbunyi :”Sebaik-baik perbuatan adalah bahwa seseorang menjaga hubungan dengan teman-teman ayahnya dan menghormati mereka.” (HR. Muslim)
9. Menjaga hubungan baik dengan kerabat mereka
Seseorang bertanya kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, adakah perbuatan baik yang bisa saya kerjakan setelah orang tua saya meninggal?” Beliau menjawab, “Ya, ada empat hal : berdoa dan memohonkan maaf untuk mereka, memenuhi janji-janji mereka, menghormati teman-teman mereka, dan memelihara hubungan baik dengan kerabatmu, sebab kamu tidak memiliki kerabat melainkan melalui mereka.” (HR. Bukhari)

Maroji’ :
1. Birrul Walidain wal Silaturrohim, Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah, Pustaka Progressif, 1993, Surabaya.2. Menjadi Muslim Ideal, Dr. Muhammad Ali al-Hasyimi, Mitra Pustaka, 1999, Yogyakarta.
Selengkapnya...

Search